Ekonomi

Strategi Zulhas Lepaskan Ketergantungan Impor Pangan

Strategi Zulhas Lepaskan Ketergantungan Impor Pangan
Daftar Isi
  1. Strategi Mencapai Swasembada
  2. Penyederhanaan Aturan dan Optimalisasi Pupuk
  3. Perbaikan Irigasi dan Harga Gabah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Dalam upaya mengubah kondisi tersebut, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mencapai swasembada pangan.

Strategi Mencapai Swasembada

Zulkifli Hasan memaparkan rencana tersebut dalam program Senator Menyapa 2026 bertajuk ‘Dua Dasawarsa DPD RI Mengawal Daerah’ yang disiarkan di CNN Indonesia pada Kamis (5/11/2026). Ia menyoroti data tahun 2024, di mana Indonesia masih mengimpor 4,5 juta ton beras dan 13 juta ton gandum.

Menurut Zulkifli, swasembada merupakan bentuk kehormatan bagi para petani, nelayan, dan peternak Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 juta orang. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menerapkan tiga strategi utama.

Penyederhanaan Aturan dan Optimalisasi Pupuk

Strategi pertama adalah memangkas aturan yang menghambat sektor pangan. Zulkifli mencontohkan permasalahan distribusi pupuk pada 2024, di mana dari 30 juta ton pupuk yang tersedia, hanya 6 juta ton yang terserap. Setelah melakukan rapat koordinasi, pemerintah memangkas 145 aturan menjadi hanya tiga aturan terkait pupuk.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang diterbitkan dengan cepat. Hasilnya, pada tahun berikutnya, penyerapan pupuk meningkat menjadi 9,5 juta ton, yang berkontribusi pada kenaikan produksi sekitar 7 hingga 8 persen.

Perbaikan Irigasi dan Harga Gabah

Strategi kedua berfokus pada peningkatan produktivitas lahan sawah melalui perbaikan irigasi. Zulkifli menyebutkan bahwa sebelumnya terdapat pembagian wewenang pembangunan irigasi berdasarkan luas lahan antara bupati dan gubernur. Pemerintah kini telah merevisi aturan tersebut melalui Perpres, sehingga pemerintah pusat dapat mengambil alih pembangunan irigasi secara besar-besaran mulai tahun 2025.

Strategi ketiga adalah keberpihakan pada harga pangan di tingkat petani. Zulkifli menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dengan sistem pembelian tanpa memandang kadar air atau kualitas tertentu. Kebijakan ini diklaim mampu meningkatkan produksi sebesar 1 hingga 2 persen.

Melalui langkah-langkah tersebut, Zulkifli menyatakan bahwa pada tahun 2025 Indonesia berhasil mencapai surplus beras dan jagung sebanyak 4,2 juta ton, sehingga tidak lagi melakukan impor untuk kedua komoditas tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *