Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Sam Altman melakukan kunjungan tanpa pengumuman sebelumnya ke Korea Selatan pada akhir pekan lalu. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan yang sudah terjalin dengan produsen chip terkemuka di negara tersebut melalui serangkaian pertemuan dengan jajaran pimpinan Samsung dan SK Group.
Pertemuan dengan Eksekutif Samsung dan SK Group
Pihak Samsung menyatakan bahwa Altman bertemu dengan sekitar 50 eksekutif dari jajaran anak perusahaannya yang bergerak di bidang elektronik, keuangan, hingga bioteknologi di Yongin, wilayah selatan Seoul, pada Sabtu. Pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), peluang bisnis, serta dampak AI terhadap operasional dan pengambilan keputusan di tingkat korporasi.
Selain jajaran eksekutif Samsung, media setempat melaporkan bahwa Altman juga mengadakan pertemuan makan siang bersama Pimpinan SK Group Chey Tae-won pada Sabtu. Pertemuan itu dikabarkan turut dihadiri pimpinan senior dari SK Hynix dan SK Telecom untuk membahas peluang kerja sama chip AI dan pusat data, termasuk pasokan memori berkecepatan tinggi (HBM). Meski demikian, para peserta tidak merincikan isi diskusi tersebut, dan pihak SK Hynix menyatakan kepada CNBC bahwa mereka tidak dapat mengonfirmasi laporan pertemuan tersebut.
Perluasan Inisiatif Stargate dan Infrastruktur AI
Kunjungan ini melengkapi rekam jejak kerja sama terdahulu, seperti pada Oktober 2025 saat Altman melawat ke Korea Selatan dan bertemu Presiden Lee Jae Myung, Executive Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee, serta Chey Tae-won. Pada momen tersebut, OpenAI mengumumkan kemitraan bersama Samsung dan SK Group sebagai bagian dari proyek Stargate.
Inisiatif Stargate dirancang untuk memperluas infrastruktur AI global, dengan Korea Selatan mengambil peran penting dalam penyediaan chip memori canggih dan pengembangan pusat data AI. Melalui kesepakatan itu, Samsung Electronics dan SK Hynix menyusun rencana peningkatan produksi chip memori, sementara OpenAI dan para mitra lokal mengeksplorasi pembangunan pusat data di negara tersebut. OpenAI menilai Korea Selatan memiliki kesiapan AI yang tinggi serta dukungan pendanaan yang kuat dari sektor publik maupun swasta.
Pertemuan mendadak ini juga menyusul diskusi sebelumnya antara Altman dan Jay Y. Lee di markas besar OpenAI di San Francisco pada Juli lalu. Berdasarkan laporan media lokal, Altman telah menyelesaikan agendanya dan meninggalkan Korea Selatan pada Sabtu.
Sumber: US Top News and Analysis







