Sport

Tim Ragbi Kursi Roda Inggris Buka Peluang di Piala Dunia

Tim Ragbi Kursi Roda Inggris Buka Peluang di Piala Dunia

Tim nasional ragbi kursi roda Inggris membuka perjalanan pada ajang Piala Dunia 2026 di Wollongong, Australia, dengan hasil memuaskan. Skuad berstatus juara bertahan tersebut berhasil menaklukkan Wales dengan skor 98-18 pada laga pembuka Grup A di Win Entertainment Centre dan bersiap menghadapi Amerika Serikat pada pertandingan berikutnya.

Kemenangan besar ini memberikan harapan bagi publik ragbi Inggris setelah tim putra dan putri tersingkir lebih awal pada turnamen reguler. Sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia Ragbi Kursi Roda yang kini memasuki edisi kelima, Inggris tidak pernah absen dari partai final serta berhasil mengamankan dua gelar juara, yakni pada edisi 2008 dan empat tahun lalu di kandang sendiri.

Kiprah Pemain Kunci dan Skuad Inggris

Kapten tim Inggris, Rob Hawkins, menjadi sosok penting dalam laga kontra Wales setelah mencetak 11 dari total 18 try yang didapatkan timnya. Pemain berusia 25 tahun dari klub Halifax Panthers tersebut sebelumnya meraih penghargaan Wheels of Steel sebagai pemain terbaik di Wheelchair Super League dan membidik gelar ganda usai menjuarai edisi 2022.

Komposisi skuad Inggris diperkuat oleh latar belakang pemain yang beragam. Luis Domingos, mantan pemain timnas bola basket Portugal, kini membela Sheffield Eagles dan Inggris. Sementara itu, Jack Brown pernah menetap selama lima setengah tahun di Australia sebagai pelatih ragbi kursi roda dan pekerja tambang di Queensland, sebelum memutuskan fokus penuh di dunia olahraga dan dijadwalkan menjadi kepala pelatih Wakefield musim depan.

Kisah perjaanan karier juga datang dari Finlay O’Neill yang harus pensiun dari ragbi konvensional akibat cedera dislokasi lutut pada usia 16 tahun. Ia kemudian beralih ke ragbi kursi roda dan bergabung dengan Halifax Panthers sejak tiga tahun lalu.

O’Neill menceritakan kepada BBC Sport bahwa jika ada orang yang dahulu mengatakan vonis pensiun dari ragbi lari akan menjadi hal terbaik dalam hidupnya, ia tidak akan memercayainya. Namun, menemukan cabang ragbi kursi roda justru menjadi sebuah berkah besar bagi karier olahraganya.

Aturan Permainan dan Peta Persaingan

Ragbi kursi roda dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan lima pemain di lapangan dengan durasi pertandingan 80 menit. Pemain memiliki enam kesempatan tackle untuk mencetak poin, di mana tackle dilakukan dengan menarik pita yang menempel pada kaus pemain lawan. Poin try bernilai empat angka, sedangkan tendangan penalti dan konversi bernilai dua angka yang dilakukan dengan meninju bola oval di atas tee agar melewati tiang gawang. Setiap tim diperbolehkan memainkan maksimal dua pemain non-disabilitas dan tiga pemain disabilitas secara bersamaan.

Berbeda dengan ragbi konvensional yang didominasi negara-negara kawasan Pasifik dan Australia, peta kekuatan ragbi kursi roda berpusat di Eropa. Perancis menjadi rival utama Inggris setelah kedua tim bertemu dalam tiga laga final terakhir, dengan Perancis menjuarai edisi 2013 dan 2017 sebelum takluk 24-28 dari Inggris di Manchester empat tahun lalu.

Irlandia yang menempati peringkat ketiga dunia juga membuktikan ketajamannya usai melibas Amerika Serikat 110-10. Di sisi lain, tuan rumah Australia tampil kuat dengan mengalahkan Selandia Baru 112-14 pada laga pembuka Grup B.

Kapten Australia, Bayley McKenna, merupakan pemain non-disabilitas pertama yang memimpin timnya setelah mulai menekuni olahraga ini pada 2006 untuk mendampingi ayahnya yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan. Seperti halnya Jack Brown di tim Inggris, pemain non-disabilitas dinilai krusial untuk membantu kelengkapan skuad dan meningkatkan popularitas olahraga tersebut.

Namun, McKenna mengungkapkan kepada ABC bahwa ia menerima banyak pesan negatif di media sosial dari pihak yang mengkritik keikutsertaan atlet non-disabilitas pada cabang tersebut. Ia menilai adanya stigma terhadap atlet non-disabilitas yang bertanding menggunakan kursi roda merupakan hal yang tidak tepat, meski ia mengaku sudah mengantisipasi perundungan tersebut sebelum Piala Dunia dimulai.

Persaingan pada edisi kali ini diprediksi makin ketat setelah Australia memberikan perlawanan seimbang kepada Inggris dalam dua laga uji coba tahun lalu, yang menandakan dominasi tim papan atas ragbi kursi roda dunia kini semakin terbuka.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *