Dunia

Karhutla Asia Tenggara Picu Anjloknya Kunjungan Wisatawan

Karhutla Asia Tenggara Picu Anjloknya Kunjungan Wisatawan
Daftar Isi
  1. Dampak Karhutla di Indonesia
  2. Penurunan Kunjungan Wisatawan di Singapura
  3. Kondisi Pariwisata Malaysia

Bencana kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap pekat di kawasan Asia Tenggara mulai melumpuhkan aktivitas pariwisata. Berdasarkan pemberitaan CNN Indonesia, gangguan penerbangan, pembatalan jadwal perjalanan, hingga anjloknya pemesanan hotel dan tur meluas dari Indonesia, Singapura, hingga Malaysia.

Dampak Karhutla di Indonesia

Pada 20 Oktober 2026, pemantauan kualitas udara IQAir mencatat tiga kota besar kawasan yaitu Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur masuk dalam jajaran 10 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Di Indonesia, sebaran kabut asap mengganggu penerbangan domestik maupun internasional, sementara sejumlah operator tur terpaksa membatalkan perjalanan dan mengalihkan wisatawan ke destinasi alternatif.

Dampak karhutla juga dirasakan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, yang menjadi destinasi favorit wisatawan untuk melihat orang utan di habitat alaminya. Direktur Panorama Destination, Ricky Setiawanto, mengungkapkan bahwa kabut asap yang makin parah menyebabkan dua rombongan wisatawan membatalkan kunjungan ke taman nasional tersebut hanya dalam kurun satu pekan.

Untuk menanggulangi karhutla, pemerintah mengerahkan tim pemadam darat dan operasi pemadaman udara untuk mengendalikan titik panas atau hotspot di Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah juga menyemai 3,2 ton es kering di atas Kota Palembang dalam operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan.

Penurunan Kunjungan Wisatawan di Singapura

Di Singapura, kabut asap memaksa sejumlah wisatawan merombak agenda perjalanan guna mengurangi paparan polusi, sementara sebagian lainnya tetap berwisata mengenakan masker N95. Singapura mencatatkan periode kualitas udara tidak sehat selama 19 hari berturut-turut pada 5 hingga 23 Oktober 2026.

Pelaku industri pariwisata setempat, Six Stars Tours and Services, melaporkan penurunan tren pemesanan wisatawan mancanegara serta kenaikan angka pembatalan sejak kualitas udara memburuk pada September 2026. Penyedia tur jalan kaki dan bersepeda VTL Travel melalui merek Rediscover Singapore mencatat penurunan penjualan tiket sebesar 20 hingga 30 persen sejak September 2026. Sepanjang September hingga Oktober 2026, perusahaan tersebut hanya mampu mengoperasikan dua tur per bulan, merosot dari kapasitas normal 4 hingga 8 tur per bulan.

Singapore Tourism Board mencatat jumlah kunjungan wisatawan internasional pada September 2026 hanya mencapai 1,23 juta kunjungan, turun 2,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kondisi Pariwisata Malaysia

Malaysia turut menghadapi penurunan permintaan wisata akibat kepungan asap. Para operator tur melayani gelombang pembatalan perjalanan untuk jadwal November 2026 serta penurunan pemesanan rombongan, sementara agen perjalanan dari luar negeri juga mulai rutin meminta pembaruan informasi kualitas udara.

Di wilayah Johor, tingkat pemesanan hotel merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Ketua Malaysian Association of Hotels cabang Johor, Ivan Teo, menyebutkan angka pemesanan kamar turun sekitar 20 persen sejak kabut asap melanda. Senada dengan hal tersebut, Ketua Malaysia Budget Hotels Association cabang Johor, Jarod Chia, mengonfirmasi tingkat okupansi hotel-hotel yang dikelola anggotanya tergerus sebesar 15 hingga 20 persen.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *