Dunia

Anggota DPR Partai Buruh Desak Pimpinan Tak Ambil Alih Rosebank

Anggota DPR Partai Buruh Desak Pimpinan Tak Ambil Alih Rosebank

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh mendesak perdana menteri dan kanselir agar tidak melangkahi sekretaris energi dalam mengambil keputusan terkait ladang minyak Rosebank. Desakan ini muncul di tengah kekhawatiran para politisi kubu belakang mengenai perpecahan kabinet dalam menangani izin proyek tersebut.

Ketegangan Kabinet dan Posisi Miatta Fahnbulleh

Menurut sumber yang dilaporkan oleh The Guardian, Sekretaris Energi Miatta Fahnbulleh condong untuk menolak izin lingkungan bagi proyek ladang minyak Rosebank. Namun, sumber di sekitar Kanselir John Healey menyatakan bahwa sang kanselir mendukung proyek tersebut, sementara sebagian kalangan di pemerintahan meyakini Perdana Menteri Andy Burnham juga menginginkannya terus berjalan.

Para anggota parlemen dari kubu belakang yang mengkhawatirkan dampak lingkungan dari proyek itu kini mendesak para pengawas partai dan Kantor Perdana Menteri agar tidak membiarkan menteri lain melakukan intervensi terhadap keputusan Fahnbulleh. Catherine Fookes, seorang anggota Partai Buruh di komite terpilih energi, menyatakan bahwa menyetujui Rosebank akan merusak kredibilitas hijau partai.

“Persetujuan atas Rosebank akan merusak kredibilitas hijau kita. Sekelompok dari kami menegaskan kepada pimpinan bahwa ini harus menjadi keputusan Miatta dan saya berharap mereka mendengarkan,” kata Catherine Fookes kepada The Guardian, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut bertentangan dengan manifesto partai.

Anggota parlemen lainnya memperingatkan bahwa akan ada pergolakan besar jika Healey memaksakan proyek Rosebank. Mereka menilai langkah tersebut rabun secara ekonomi sekaligus mudah meledak secara politik karena para pemimpin dinilai mengabaikan keresahan di jajaran parlemen.

Bantahan dan Perdebatan Anggaran

Sebagai tanggapan atas kekhawatiran tersebut, para pembantu parlemen Fahnbulleh telah mengedarkan memo kepada para anggota DPR yang menegaskan bahwa sang menteri energi memegang keputusan akhir atas proposal tersebut. Memo itu menyatakan bahwa sekretaris energi merupakan satu-satunya pengambil keputusan dalam proses kuasi-yudisial, dan tidak ada anggota kabinet atau menteri lain yang memiliki peran di dalamnya.

Meskipun perdana menteri berjanji mengambil pendekatan pragmatis terhadap pengeboran minyak Laut Utara dan menyebut ladang gas Jackdaw sebagai jembatan masa depan, ia menegaskan bahwa keputusan terkait Rosebank sepenuhnya berada di tangan Fahnbulleh. Di sisi lain, The Guardian mengungkapkan bahwa Kantor Keuangan telah memasukkan proyeksi pendapatan pajak dari proyek tersebut yang diperkirakan mencapai sekitar £500 juta pada akhir masa parlemen ini.

Pejabat Kantor Keuangan menjelaskan bahwa dana tersebut telah dimasukkan ke dalam prakiraan Kantor Tanggung Jawab Anggaran (OBR) sejak tahun 2019, dan langkah itu tidak akan menghalangi menteri energi untuk memblokirnya. Kendati demikian, sejumlah anggota parlemen Partai Buruh menilai Kantor Keuangan menggunakan taktik agresif untuk menekan departemen energi.

Clive Lewis selaku anggota parlemen dari Partai Buruh berpendapat bahwa klaim kepemimpinan iklim global tidak sejalan dengan persetujuan ladang minyak baru hanya karena penerimaan pajak telah dicatat sebelumnya. Analisis dari kelompok kampanye Uplift menemukan bahwa perolehan pajak dari Rosebank kemungkinan terbatas dan bisa tertutupi oleh keringanan pajak serta insentif untuk pengembangan maupun dekomisioning lapangan.

Areeba Hamid selaku co-direktur eksekutif Greenpeace UK menyatakan bahwa pendapatan pajak dari ladang yang jauh di cekungan yang menyusut cepat tersebut justru menjadikan pelayanan publik tersandera oleh harga minyak masa depan. Ia menambahkan bahwa para pembayar pajak juga akan menanggung biaya dekomisioning selama dekade mendatang.

Para anggota parlemen menyatakan akan ada pemberontakan parlemen yang signifikan terkait isu Rosebank, berbeda dengan proyek Jackdaw di mana mereka masih dapat menerima argumen ekstraksi gas untuk konsumsi domestik. Fookes menyatakan bahwa kasus Jackdaw dapat diterima sampai tingkat tertentu, sementara Rosebank merupakan persoalan yang sangat berbeda.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *