Sport

Mengapa Estevao Jadi Pemain yang Terlupakan di Chelsea?

Mengapa Estevao Jadi Pemain yang Terlupakan di Chelsea?

Nama Estevao sempat menjadi perbincangan hangat di Liga Inggris setelah mencetak gol penentu kemenangan Chelsea atas Liverpool pada Oktober tahun lalu. Namun, satu tahun berselang, pemain berusia sembilan belas tahun tersebut justru kesulitan menembus skuad utama Chelsea di bawah asuhan pelatih Xabi Alonso.

Minim Waktu Bermain dan Tersingkir dari Carabao Cup

Ketidakhadiran pemain asal Brasil itu sangat terlihat ketika Chelsea tersingkir dari ajang Carabao Cup usai kalah adu penalti dari Liverpool di Anfield. Meskipun Chelsea unggul lebih dulu melalui Morgan Rogers sebelum disamakan oleh Cody Gakpo, Alonso sama sekali tidak mempertimbangkan Estevao ketika kedua tim memburu gol kemenangan pada babak kedua.

Puncak dari rendahnya posisi Estevao dalam pilihan taktik Alonso terlihat saat sang pelatih melakukan tiga pergantian pemain sekaligus di pertengahan babak kedua. Salah satu pemain yang dimasukkan adalah Emmanuel Emegha, yang bahkan belum pernah tampil untuk The Blues sejak didatangkan dari Strasbourg pada musim panas. Sesaat setelah pergantian tersebut, Estevao terlihat mengakhiri pemanasan dan kembali duduk di bangku cadangan.

Situasi ini bukanlah hal baru bagi sang penyerang sayap. Sejak Alonso mengambil alih kursi kepelatihan pada musim panas, Estevao belum pernah diturunkan sebagai starter dalam delapan pertandingan Liga Inggris. Total catatan menit bermainnya musim ini baru mencapai 172 menit, di mana 125 menit di antaranya didapatkan saat menghadapi Luton Town dan Leeds United pada putaran awal Piala Liga.

Selepas kekalahan dari Liverpool, Alonso memberikan pembelaan terkait keputusannya tidak memainkan Estevao, seraya mengisyaratkan bahwa sang pemain masih beradaptasi dengan intensitas fisik sepak bola Inggris. Menurut Alonso, timnya memulai laga dengan pemain-pemain yang siap menghadapi intensitas tinggi, sementara Malo Gusto mengalami kram sehingga memaksa adanya pergantian.

“Dia bisa lebih bahagia. Dia ingin bermain. Saya yakin Estevao akan mendapatkan momennya, ini adalah tanggung jawab saya,” ujar Alonso seperti dilaporkan BBC Sport. “Kami tahu permainan di Inggris sangat intens, dan Anda harus siap untuk itu. Estevao berada di musim keduanya. Musim ini akan sangat panjang.”

Persaingan Ketat dengan Pedro Neto dan Peran Taktik

Faktor utama di balik minimnya kesempatan bermain bagi Estevao adalah performa apik Pedro Neto. Pemain tim nasional Portugal tersebut sempat dikabarkan diminati oleh klub Saudi Pro League, Al-Ahli, namun akhirnya memutuskan bertahan di Stamford Bridge atas andil Alonso yang memberikannya tujuh kali kesempatan sebagai starter di Liga Inggris musim ini.

Kesuksesan Neto beroperasi di sisi kanan lapangan—yang merupakan posisi terbaik Estevao—membuat ruang gerak pemain muda tersebut semakin sempit. Di bawah sistem 3-4-2-1 yang diterapkan Alonso, Neto sering kali diplot sebagai wing-back kanan dengan tuntutan bertahan yang lebih solid dibandingkan Estevao. Setelah mencetak empat gol dari sebelas laga, Neto diganjar kontrak baru berdurasi enam tahun.

Mantan gelandang Reading, Jobi McAnuff, menilai kepada Sky Sports bahwa rekan setimnya tersebut merupakan korban dari sistem permainan yang ada. Senada dengan hal itu, mantan penyerang Crystal Palace, Clinton Morrison, mengaku heran mengapa Estevao tidak diturunkan saat Chelsea kehilangan Cole Palmer yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu dan Joao Pedro yang mengalami cedera.

Estevao kini hanya bisa berharap dapat mengikuti jejak Pedro Neto untuk membalikkan keadaan dan menyelamatkan kariernya bersama skuad The Blues.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *