Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tampil dengan gaya komunikasi yang jauh berbeda dalam konferensi pers dibandingkan penampilan-penampilannya di awal masa jabatannya. Ia kini menunjukkan kesiapan untuk membiarkan pasar menebak arah kebijakan bank sentral sekaligus mulai menggunakan kewenangannya untuk merombak institusi tersebut.
Transformasi Gaya Kepemimpinan dan Kebijakan
Warsh sebelumnya ditunjuk oleh seorang presiden yang menjadikan pemangkasan suku bunga sebagai tolok ukur utama bagi pilihannya. Ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menahan suku bunga pada bulan Juni dan Juli, sementara inflasi berada di atas target dua persen, kredibilitas ketua baru tersebut sempat dipertanyakan oleh banyak pengamat. Keputusan FOMC berikutnya pada bulan September untuk menaikkan suku bunga disampaikan dengan pandangan ekonomi yang sangat ketat sehingga membuat pasar berbalik arah secara tajam.
Pada pekan ini, Warsh menegaskan bahwa The Fed tidak berada pada jalur kebijakan yang kaku. Dalam keterangannya, ia menyatakan jika pihaknya memiliki kesimpulan yang pasti mengenai pelaksanaan kebijakan moneter, maka hal tersebut akan diumumkan secara meriah kepada publik.
Meskipun demikian, Warsh tetap memberikan sinyal kuat bahwa kecenderungannya saat ini mengarah pada suku bunga yang lebih tinggi. Menurutnya, meskipun kondisi keuangan secara keseluruhan telah lebih ketat, ia belum bersedia maupun mampu menyebutnya sebagai kondisi yang benar-benar ketat. Melalui langkah tersebut, ia menjaga berbagai opsi tetap terbuka sekaligus membangun landasan intelektual untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember jika inflasi terus bertahan.
Strategi Komunikasi dan Target Inflasi
Warsh enggan mengonfirmasi asumsi luas di pasar bahwa para pejabat tinggi yang meredam ekspektasi pasar sebelumnya bertindak atas instruksi darinya. Sejumlah orang dalam The Fed menyebutkan bahwa wakil ketua biasanya mengoordinasikan pesan dengan sang ketua.
Menurut Warsh, anggapan bahwa dirinya adalah sosok serba tahu yang mengirimkan berbagai pesan bukanlah cerminan komite FOMC yang ia kenal. Kendati demikian, pasar tetap menangkap pesan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pekan ini. Jika ia ingin menyampaikan panduan ke depan melalui para wakilnya, ia kini memiliki ruang penyangkalan yang masuk akal.
Pendekatan tersebut mencerminkan karakter Warsh yang fleksibel secara intelektual dan sangat terfokus pada pencapaian tujuannya. Salah satu sasaran dari satuan tugas yang dibentuknya untuk memulai perubahan kebijakan adalah mengubah cara The Fed mengukur inflasi. Kenaikan suku bunga pada bulan September dinilai berhasil menjawab keraguan para pihak yang sebelumnya menilai ia tidak serius meredam kenaikan harga, dan ia menyatakan kesiapan untuk kembali menaikkan suku bunga jika diperlukan.
Warsh menegaskan agar tidak ada pihak yang mengira lembaganya menoleransi target inflasi di kisaran angka dua koma sekian persen. Target resmi The Fed tetap berada di angka dua persen secara flat, dan pernyataannya tersebut menjadi acuan bagi potensi suku bunga yang lebih tinggi selama kondisi ekonomi tetap kuat.
Sumber: US Top News and Analysis







