Politik

Hasto Kristiyanto Ungkap Tiga Pesan Penting dari Megawati

Hasto Kristiyanto Ungkap Tiga Pesan Penting dari Megawati

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan tiga pesan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pesan tersebut disampaikan dalam acara Kongres ke-10 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026).

Tiga Pesan Megawati Soekarnoputri

Hasto menuturkan, pesan pertama dari Megawati adalah penyampaian salam hangat kepada seluruh keluarga besar Gerakan Pemuda Marhaenis. Selanjutnya, pesan kedua berkaitan dengan seruan agar pemikiran-pemikiran Bung Karno mengenai Marhaenisme terus dipelajari.

Kongres GPM tersebut mengusung tema ‘Marhaenist Future: Dedication of Life, Tetap Setia di Jalan Ideologi’ dan dihadiri oleh para peserta dari dewan pimpinan daerah serta cabang dari berbagai provinsi. Hasto menambahkan pesan ketiga yang ditujukan kepada jajaran pengurus baru hasil kongres.

“Kemudian yang ketiga pesan bagi kepengurusan yang nanti terbentuk dari hasil kongres ini untuk jangan lupa berziarah ke tempat Bapak Marhaen,” kata Hasto.

Konsolidasi Organisasi dan Tantangan Marhaenisme

Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis menyatakan bahwa kegiatan kongres ini berfungsi sebagai momentum konsolidasi organisasi. Ia memaparkan bahwa GPM saat ini telah memiliki 22 dewan pimpinan daerah dan 78 dewan pimpinan cabang.

Izedrik juga menyoroti tantangan dalam memperkenalkan ajaran marhaenisme kepada generasi muda karena istilah tersebut sempat hilang dari ruang pendidikan formal. Menurutnya, ketika berdiskusi dengan para pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas, banyak yang tidak mengetahui istilah marhaenisme.

Sementara itu, Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri Wahyu Chandra Kusuma, yang turut hadir dalam acara pembukaan tersebut, menyoroti penyebutan istilah rakyat kecil dalam diskursus marhaenisme berdasarkan pengalaman keluarganya di pedesaan. Acara pembukaan kongres ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning dan senior partai Yakobus Mayong Padang.

“Bung Karno mengajarkan kegagahan, Bung Karno mengajarkan keberanian. Sehingga dalam forum ini kami memohon, jangan disebut lagi wong cilik. Yang dikatakan wong cilik itulah pemilik negeri ini yang sesungguhnya,” ujar Candra.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *