Dunia

Flávio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah Pemilu Brasil

Flávio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah Pemilu Brasil
Daftar Isi
  1. Pelarian Melalui Argentina dan Ekuador
  2. Respons Donald Trump dan Presiden Lula
  3. Investigasi Pidana dan Rencana Pelarian

Flávio Bolsonaro mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sejati Brasil setelah kalah dalam pemilihan umum hari Minggu lalu. Senator sayap kanan tersebut kemudian memilih untuk melarikan diri ke Amerika Serikat bersama keluarganya.

Pelarian Melalui Argentina dan Ekuador

Mengutip CNBC Indonesia, klaim sepihak itu dipublikasikan melalui sebuah surat tak lama setelah ia mendarat di Miami, Florida, padahal partainya, lembaga-lembaga Brasil, dan pengamat internasional telah mengakui kemenangan sah Luiz Inácio Lula da Silva. Tiga surat kabar utama Brasil, yaitu Folha de S.Paulo, O Globo, dan O Estado de S.Paulo, kompak menyebut deklarasi Flávio sebagai tindakan pemicu kudeta, yang membuat sang senator menghapus surat tersebut dan menggantinya dengan versi baru yang mengubah gelarnya menjadi pemimpin Brasil.

Putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro itu sempat menghilang tanpa jejak selama lebih dari 24 jam setelah kekalahannya. Otoritas migrasi Argentina mengonfirmasi bahwa Flávio memasuki negara tersebut melalui jalur darat pada Selasa malam, lalu menaiki jet pribadi Gulfstream IV di bandara Puerto Iguazú menuju Guayaquil, Ekuador, sekitar pukul 23.30 waktu setempat untuk menghindari wilayah udara Brasil.

Setelah singgah sejenak di Ekuador, keluarga tersebut melanjutkan penerbangan ke bandara Miami-Opa Locka di Florida dan tiba pukul 09.24 pagi. Flávio turun mengenakan rompi antipeluru hitam dengan raut wajah muram, lalu meninggalkan bandara menggunakan mobil Ford Expedition Max abu-abu tua di bawah pengawalan polisi tanpa disambut pendukung maupun awak media.

Respons Donald Trump dan Presiden Lula

Sekitar tujuh jam usai kedatangannya, Flávio menerbitkan surat berisi ucapan terima kasih kepada Presiden Argentina Javier Milei dan Donald Trump, serta mengulangi klaim kecurangan pemilu tanpa bukti yang sebelumnya ditolak mentah-mentah oleh pengadilan pemilihan dan mahkamah agung Brasil. Perwakilan partai Bolsonaro sempat menyatakan pada hari Senin bahwa pihaknya mengakui hasil pemilihan presiden. Setidaknya ada tiga versi surat Flávio yang beredar, termasuk salah satunya menggunakan ejaan bahasa Inggris “Brazil” yang dinilai publik sebagai bentuk ketundukan pada AS.

Surat kabar Brasil melaporkan bahwa Flávio beserta keluarganya berhasil mendapatkan visa kemanusiaan di AS setelah Presiden AS menyetujui kepindahan mereka pada Selasa malam. Presiden AS menyatakan bahwa mereka adalah orang baik dan ia tidak memihak, namun pada hari Rabu ia menegaskan akan menjauh dari pusaran kekacauan pascapemilu Brasil. Presiden terpilih Lula da Silva merespons pelarian tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan yang memalukan dan menyatakan bahwa tanah air pertama keluarga Bolsonaro adalah menjilat sepatu AS.

Investigasi Pidana dan Rencana Pelarian

Pemerintah Brasil mencurigai sekutu Flávio sengaja menyebarkan informasi palsu untuk mengalihkan perhatian dari rute pelarian aslinya lewat Argentina, sementara kepolisian federal menghadapi kritik tajam karena dinilai gagal mencegah sang senator meninggalkan negara. Surat kabar Argentina Página/12 melaporkan bahwa pesawat jet yang digunakan merupakan milik pengusaha Sergio Daniel Mastropietro, yang sebelumnya pernah diselidiki polisi dalam skandal suap pembelian obat-obatan terbesar yang melibatkan pemerintahan Javier Milei.

Saat ini Flávio sedang diselidiki dalam setidaknya dua kasus pidana di Brasil, termasuk kecurigaan keterlibatannya dalam skema pencucian uang perusahaan taruhan senilai US$905 juta atau setara dengan Rp16,29 triliun. Kepolisian Brasil sebelumnya sempat meminta mahkamah agung untuk menahan paspor Flávio karena khawatir ia akan melarikan diri dari proses hukum menyusul saran dari saudaranya, Eduardo Bolsonaro, melalui sebuah siniar agar tidak menyerah dan pergi ke AS jika kalah pemilu. Surat kabar O Globo melaporkan bahwa pelarian tersebut telah direncanakan selama berminggu-minggu oleh Eduardo, di mana melarikan diri dari Brasil kini hampir menjadi praktik standar bagi sekitar selusin pendukung Bolsonaro yang menghadapi tuntutan pidana, mengikuti jejak sang ayah, Jair Bolsonaro, yang pernah menghabiskan waktu di Florida dan sembunyi di kedutaan Hungaria usai kalah dalam pemilu 2022.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *