Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Robert F Kennedy Jr, mengumumkan rencana untuk melonggarkan pembatasan terhadap peptida yang belum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).
Rencana Pelonggaran Aturan Peptida
Kebijakan tersebut diumumkan dalam Federal Register AS pada hari Rabu (23/7), yang menyatakan bahwa Kennedy akan mengizinkan apotek peracik untuk menyiapkan enam peptida populer. Dalam langkah yang tidak biasa, rancangan aturan ini berasal langsung dari kantor menteri kesehatan alih-alih dari FDA. Setelah diterbitkan secara resmi, akan ada masa tanggapan publik selama dua minggu.
Peptida yang tercakup dalam rencana tersebut meliputi BPC-157, TB-500, KPV, MOTS-c, dan Semax, di mana apotek peracik nantinya dapat meraciknya untuk membuat obat. Sebelumnya, komite penasihat FDA telah melakukan pemungutan suara pada bulan Juli untuk melonggarkan pembatasan enam peptida tersebut, meskipun para staf FDA sempat merekomendasikan penolakan.
Kennedy sendiri pernah menyatakan dirinya sebagai penggemar berat obat-obatan tersebut dan berjanji untuk mempermudah aksesnya setelah pemerintahan sebelumnya memperketat pengawasan terhadap industri yang sedang berkembang ini. Peptida merupakan rantai pendek asam amino atau protein kecil yang diproduksi secara alami oleh tubuh untuk mengatur kulit, sistem kekebalan tubuh, dan hormon.
Lonjakan Pasar Kebugaran dan Peringatan Pakar
Penggunaan peptida untuk mengobati kondisi medis telah berlangsung lebih dari satu abad, seperti insulin yang membantu penderita diabetes. Namun, peptida yang tidak diatur kini membanjiri pasar kebugaran sejak obat penurun berat badan GLP-1 menjadi populer. Para pembuat konten di internet memasarkan peptida dalam bentuk kombinasi dengan klaim yang belum terbukti untuk membuat awet muda, menyembuhkan, atau memperbaiki kulit.
Zat tersebut juga diminati oleh para remaja di platform TikTok, khususnya kalangan remaja pria, karena diklaim dapat membentuk otot melalui tren yang dikenal sebagai biohacking dan looksmaxxing. Terkait fenomena ini, para pakar kesehatan memperingatkan masyarakat agar tidak menggunakan zat tersebut karena minimnya uji klinis pada manusia serta dampak jangka panjang yang belum diketahui.
Sumber: BBC News







