Daftar Isi
Kondisi finansial industri kecerdasan buatan sering kali tampak tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya karena praktik bisnis yang melingkar dan rekayasa keuangan yang rumit. Situasi ini dinilai sangat nyata pada perusahaan rintisan Anthropic, yang baru saja mengajukan pernyataan pendaftaran untuk penawaran umum perdana (IPO) menjelang rencana debut di pasar saham bulan November mendatang.
Kondisi Keuangan dan Komitmen Belanja Anthropic
Menurut Matt Scherer dalam laporannya seperti dilaporkan Hacker News: Front Page (techpolicy.press), angka keuangan permukaan Anthropic tampak mengesankan dengan pertumbuhan pendapatan yang cepat sepanjang tahun 2026 serta neraca keuangan yang sehat. Namun, catatan kaki dari pengungkapan finansial terbaru menunjukkan hampir USD900 miliar dalam komitmen pengeluaran, dengan sebagian besar berlanjut hingga tahun 2030-an. Hasil keuangan perusahaan untuk tahun 2026 juga belum diaudit secara formal, sementara hasil kuartal ketiga menunjukkan pertumbuhan pendapatan melambat secara drastis selama musim panas.
Meskipun Anthropic memiliki cadangan kas sebesar USD96 miliar, pernyataan pendaftaran yang diamandemen memperlihatkan setidaknya USD582 miliar komitmen belanja yang tidak dapat dibatalkan kepada lima perusahaan saja, yakni Amazon, AMD, Broadcom, Google, dan Microsoft. Dana ini diperlukan untuk mendapatkan akses daya komputasi guna melatih dan menjalankan model AI generatif mereka. Kewajiban tersebut pada praktiknya merupakan utang karena perusahaan terikat kontrak untuk membayar di masa depan, terlepas dari kemampuan finansial mereka.
Tekanan Margin dan Persaingan Industri
Peluang Anthropic untuk memenuhi kewajiban tersebut dinilai sangat berat akibat tekanan margin yang dihadapi industri kecerdasan buatan secara keseluruhan. Pertama, permintaan produk dan riset menunjukkan bahwa LLM tidak secara signifikan mempercepat produktivitas atau menghasilkan laba investasi positif bagi sebagian besar bisnis. Jumlah warga Amerika Serikat yang menggunakan AI di tempat kerja bahkan dilaporkan menurun dari 46 persen pada musim panas 2025 menjadi 33 persen pada 2026. Model terbaru mereka, Fable 5, juga menerima sambutan komersial yang kurang antusias dari kalangan bisnis.
Kendala kedua berasal dari persaingan industri yang sangat ketat di Lembah Silicon, di mana banyak perusahaan mapan menawarkan model AI generatif yang kualitas dan kemampuannya hampir tidak dapat dibedakan. Persaingan ini memicu perang harga yang masih berlangsung hingga saat ini, ditambah tekanan dari perusahaan China yang menawarkan model berbobot terbuka serta ketersediaan model lokal di ponsel dan laptop.
Faktor ketiga adalah biaya yang luar biasa tinggi untuk cip dan pusat data. Sebuah pusat data berkapasitas 1 gigawatt membutuhkan biaya sekitar USD31 miliar untuk cip, server, infrastruktur pendingin, dan konstruksi. Anthropic sendiri telah berkomitmen pada kapasitas pusat data 15 gigawatt untuk tahun-tahun mendatang dan memperkirakan kebutuhan akhir mencapai 20 hingga 25 gigawatt. Selain itu, faktor eksternal seperti penolakan publik terhadap pusat data serta tantangan rantai pasokan turut mendongkrak biaya operasional perusahaan.
Risiko Pasar Saham dan Langkah SEC
Jika Anthropic melantai di bursa sekarang, perusahaan ini akan menambah risiko besar pada pasar saham yang dinilai sudah terlalu mahal dan terkonsentrasi pada segelintir raksasa teknologi. Penambahan raksasa teknologi baru yang belum merugi ke bursa publik akan memperbesar risiko penularan jika perusahaan tersebut mencapai jurang finansial. Dampak dari potensi kejatuhan AI nantinya dikhawatirkan akan menimpa masyarakat biasa, pekerja, pensiun, serta investor ritel melalui rekening pensiun dan dana indeks.
Oleh karena itu, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) didesak untuk menggunakan wewenangnya guna menghentikan debut pasar saham Anthropic. SEC memiliki kewenangan menunda perusahaan go public apabila pernyataan pendaftarannya dinilai tidak lengkap atau tidak akurat dalam hal material. SEC diminta memblokir IPO tersebut sampai perusahaan menyajikan laporan keuangan audit selama dua kuartal berturut-turut dengan pengungkapan informasi komitmen belanja secara menyeluruh.
Sumber: Hacker News: Front Page







