Seorang penggemar sepak bola yang berupaya menghentikan pria yang dituduh mencoba membunuh 10 orang di dalam kereta api memberikan kesaksiannya di pengadilan. Stephen Crean menyatakan kepada pengadilan bahwa pelaku, Anthony Williams, tampak seperti sedang menjalankan sebuah misi saat melakukan penyerangan tersebut.
Upaya Menghentikan Penyerang
Insiden ini terjadi pada 1 November tahun lalu di dalam layanan kereta LNER rute York menuju London King’s Cross yang baru saja meninggalkan stasiun Peterborough. Kereta tersebut kemudian terpaksa melakukan pemberhentian darurat di Huntingdon, Cambridgeshire. Dalam rekaman wawancara video yang diputar di Cambridge Crown Court, Crean menceritakan bahwa ia awalnya berada di gerbong tersebut untuk membeli makanan.
Crean menuturkan bahwa ia menyadari situasi berbahaya setelah seorang gadis kecil berlari melewatinya dan memberi tahu adanya pria yang membawa pisau besar. Saat berhadapan dengan Williams di dekat pintu gerbong makan, Crean mengatakan pelaku sempat bertanya, “Apakah kamu ingin mati?” sebelum mengeluarkan pisau dapur berukuran besar.
Crean, yang saat itu mengenakan pakaian Nottingham Forest, berusaha menghalangi Williams dengan bergulat. Ia menggambarkan momen tersebut dengan mengatakan, “Seperti dansa, kami bergerak ke sana kemari.” Akibat pergulatan itu, jari-jari Crean mengalami luka sayatan saat mencoba menahan pisau yang terus digerakkan oleh pelaku.
Kesaksian di Pengadilan
Setelah berhasil melepaskan diri, Crean segera mengunci diri di dalam toilet kereta dan menghubungi layanan darurat 999. Ia mengaku baru keluar dari persembunyiannya setelah mendengar suara alat komunikasi radio milik polisi. Mengenai kondisi pelaku saat itu, Crean berpendapat bahwa Williams terlihat normal dan tidak tampak marah, namun ia menegaskan, “100 persen dia baik-baik saja, dia terlihat normal, dia hanya sedang menjalankan misi.”
Anthony Williams, pria berusia 33 tahun asal Langford Road, Peterborough, saat ini menghadapi 10 dakwaan percobaan pembunuhan. Selain insiden di kereta tersebut, ia juga didakwa atas empat percobaan pembunuhan lainnya dalam peristiwa terpisah di Peterborough dan London. Jaksa penuntut menyatakan bahwa Williams diduga mencoba membunuh tiga orang di Peterborough pada 31 Oktober, serta seorang remaja di kereta DLR, London timur, pada dini hari 1 November.
Pihak pengadilan telah menyampaikan kepada juri bahwa fakta mengenai apakah Williams melakukan serangan tersebut tidak lagi menjadi perdebatan. Fokus utama persidangan saat ini adalah bagi para juri untuk mempertimbangkan apakah pelaku memiliki niat untuk membunuh para korban. Hingga saat ini, proses persidangan masih terus berlangsung.
Sumber: BBC News







