Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tengah mempertimbangkan pemasangan tombol darurat atau panic button di kantor-kantor anggota parlemen. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan para wakil rakyat beserta staf mereka di tengah meningkatnya marak ancaman dan potensi bahaya di lingkungan kerja.
Respon atas Serangan Fatal terhadap Politisi
Rencana peningkatan keamanan ini muncul menyusul insiden tragis yang menimpa anggota parlemen independen Helen Haines. Pada Senin (19/10), Haines diserang di luar kantor pemilihannya di Wangaratta, kawasan timur laut Melbourne. Ia harus mengalami amputasi pada kedua kakinya setelah ditabrak mobil sebanyak dua kali oleh terduga pelaku.
Pihak kepolisian telah menetapkan Brendan Nugent, pria berusia 43 tahun asal Tarrawingee, sebagai tersangka. Nugent dijerat dengan tiga pasal dakwaan, yaitu mengemudi secara berbahaya hingga mengakibatkan luka berat, sengaja menyebabkan cedera serius, serta menimbulkan kerugian terhadap pejabat publik.
Saat berbicara di hadapan anggota parlemen Partai Buruh pada Selasa (27/10), Albanese menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan bagi para politisi dan jajaran staf, baik di kantor konstituen maupun area kediaman pribadi. Ia menilai para pejabat publik telah terlalu lama bekerja dalam kondisi yang sarat ancaman.
“Kalian semua telah mencurahkan begitu banyak upaya untuk keselamatan orang lain di tempat kerja. Saya bertekad untuk memastikan kita melakukan segala sesuatu demi keselamatan kalian dan keselamatan staf kalian juga,” kata Albanese.
Pemerintah Australia kini mempertimbangkan pemasangan alarm darurat yang terhubung langsung dengan aparat kepolisian. Selain itu, sejumlah anggota parlemen mengusulkan peningkatan koordinasi dengan Kepolisian Federal Australia, penambahan kamera pengawas (CCTV), hingga perbaikan sistem pencahayaan di sekitar rumah tinggal mereka. Menteri Dalam Negeri Tony Burke juga menyatakan bahwa pengamanan di lokasi pemungutan suara saat pemilu turut menjadi perhatian pemerintah.
Sorotan Terhadap Kesejahteraan dan Keamanan Staf
Rencana penguatan keamanan ini bergulir bersamaan dengan kritik yang disampaikan oleh Senator independen Fatima Payman. Dalam sidang pendapat Senat, mantan politisi Partai Buruh tersebut menyoroti minimnya alokasi penasihat dan staf pendukung yang menyebabkan kelelahan kerja ekstrem di kantornya.
Payman mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan serta kesejahteraan para pekerja di lingkungan parlemen. Ia menyampaikan keluhan tersebut secara langsung kepada Menteri Perdagangan dan Pariwisata sekaligus Wakil Pemimpin Pemerintahan di Senat, Don Farrell.
“Jika beliau begitu peduli dengan kesejahteraan dan kesehatan orang-orang yang bekerja di gedung ini, maka saya mohon kepada Anda dan perdana menteri untuk menyelidiki fakta bahwa staf saya mengalami kelelahan kerja,” kata Payman.
Payman menanyakan apakah pemerintah baru akan mengambil tindakan nyata setelah insiden serupa menimpa legislator lain.
“Apakah perdana menteri menunggu sesuatu, seperti yang terjadi pada Dr. Helen Haines, terjadi di kantor saya? Pada saya? Agar dia menanggapi permintaan kami dengan serius?” ujar Payman.







