Daftar Isi
Arsenal sukses memetik kemenangan perdana mereka di Stadion Anfield dalam ajang Liga Premier setelah 14 tahun lamanya dengan menundukkan Liverpool berkat gol tunggal dari Kai Havertz di babak pertama. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang sebelumnya pernah menjadi kapten saat The Gunners terakhir kali menang 2-0 di kandang Liverpool pada 2012, menyatakan bahwa hasil tersebut sangat membanggakan setelah melalui 16 pertandingan tandang tanpa kemenangan di berbagai ajang.
Kebangkitan Setelah Kekalahan di Piala Liga
Kemenangan bersejarah ini diraih Arsenal hanya berselang beberapa hari setelah mereka menelan kekalahan mengejutkan dari klub League Two, Fleetwood Town, dalam ajang Carabao Cup. Arteta mengungkapkan bahwa kekalahan memalukan di Lancashire tersebut justru menjadi pelecut semangat bagi para pemainnya untuk bangkit dan mencatat sejarah di kandang Liverpool.
Menurut Arteta, momen tersebut menunjukkan sisi magis dari sepak bola di mana sebuah tim bisa berada di situasi yang buruk, namun dalam waktu singkat memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bersejarah. Bek tengah Arsenal, Gabriel, sebelumnya memprediksi bahwa pertandingan ini akan menjadi pertarungan besar dan penuh kekacauan menghadapi gempuran beruntun dari tuan rumah.
Pertahanan Solid dan Rekor Puncak Klasemen
Meskipun berada di bawah tekanan hebat terutama pada paruh akhir babak pertama, lini belakang Arsenal tampil sangat solid dan tidak membiarkan Liverpool melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran di babak kedua. Tambahan tiga angka ini membuat Arsenal kini mengoleksi 24 poin dari sembilan pertandingan, unggul tiga poin di puncak klasemen sementara Liga Premier musim ini.
Gelandang Declan Rice, yang memberikan umpan untuk gol Havertz, memuji mentalitas dan kekompakan rekan-rekan setimnya dalam menghadapi gelombang serangan yang tiada henti dari Liverpool. Pencapaian ini juga menandai clean sheet pertama Arsenal di Anfield dalam ajang Liga Premier sejak kemenangan mereka pada tahun 2012 silam.
Konsistensi Lini Belakang di Tengah Krisis Penyerangan
Meskipun lini serang Arsenal baru mencetak 14 gol dalam sembilan pertandingan akibat terbatasnya opsi pemain depan seperti cedera Bukayo Saka dan sanksi kartu merah Max Dowman, ketangguhan lini belakang tetap menjadi pembeda bagi tim asuhan Arteta. Musim lalu, barisan pertahanan The Gunners hanya kebobolan 27 gol dan kembali menunjukkan performa kelas atas untuk mengamankan posisi teratas klasemen.
Arteta menegaskan bahwa menaklukkan stadion-stadion angker seperti Anfield, Stamford Bridge, dan Old Trafford merupakan misi dan motivasi utama yang ingin dicapai oleh timnya. Dengan Manchester City berada di posisi kedua dan para rival utama lainnya tengah berada dalam masa transisi, Arsenal memiliki peluang besar untuk mempertahankan keunggulan di puncak klasemen jika mampu menjaga konsistensi performa.
Sumber: BBC Sport







