Dunia

Artis Tak Dikenal Gugat Media Inggris demi Cegah Identitas

Artis Tak Dikenal Gugat Media Inggris demi Cegah Identitas

Seorang pesohor meminta Pengadilan Tinggi di London untuk mencegah dua organisasi berita mempublikasikan identitasnya serta tuduhan bahwa ia menyalahgunakan statusnya selama bertahun-tahun. Selebriti yang disapa dengan inisial PPT di persidangan tersebut dituduh melakukan atau mencoba melakukan aktivitas seksual yang tidak pantas dengan banyak anak perempuan dan wanita muda.

Upaya Hukum dan Risiko Bunuh Diri

Dalam sidang perdana pada Selasa, tim kuasa hukum selebriti tersebut menyatakan bahwa publikasi identitas akan sangat berpotensi mendorong klien mereka melakukan bunuh diri akibat ketakutan menghadapi pengadilan oleh media. Pria tersebut membantah telah menyalahgunakan kekuasaan dan posisinya sebagai pesohor untuk menghubungi serta menjalin hubungan dengan wanita muda maupun remaja demi berhubungan seks, sebagaimana dilaporkan BBC News. Sementara itu, tim hukum ITN dan Guardian News and Media (GNM) berpendapat bahwa risiko bunuh diri tersebut dapat dimitigasi dan tidak ada dasar yang tepat untuk menahan publikasi jurnalisme yang dinilai memiliki kepentingan publik.

Sebuah laporan medis yang disiapkan untuk persidangan menyebutkan bahwa perawatan inap dapat memberikan mitigasi risiko yang signifikan meski tidak sepenuhnya. Perawatan yang mungkin berjalan selama beberapa bulan tersebut dinilai memiliki potensi realistis untuk mengurangi risiko. Hakim Mr Justice Nicklin menyatakan bahwa terdapat kepentingan publik yang signifikan dalam persidangan ini dan menyebutnya sebagai kasus yang sulit serta penting. Hakim menambahkan bahwa pengadilan harus menentukannya secara adil berdasarkan bukti dan argumen hukum yang ada.

Peringatan Spekulasi dan Argumen Pihak Terkait

Hakim Nicklin menegaskan bahwa dirinya tidak akan menentukan kebenaran atau keakuratan dari tuduhan-tuduhan tersebut, melainkan hanya memutuskan apakah tuduhan itu dapat dipublikasikan. Ia juga meminta pers dan masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas pria tersebut. Kehadiran spekulasi daring, betapapun diyakini atau diulang secara luas, tidak memberi wewenang kepada siapapun untuk mengidentifikasi PPT sehubungan dengan persidangan ini, dan pengulangan tidak akan mengubah spekulasi menjadi fakta yang mapan.

Sara Mansoori KC, pengacara yang mewakili sang pesohor, menuturkan kepada pengadilan bahwa publikasi berita tersebut akan berdampak fatal, kecuali jika kliennya dikurung dan dicegah dari keinginannya mengakhiri hidup. Ia mengungkapkan bahwa kliennya sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah menerima surat permintaan tanggapan dari ITN dan GNM, lalu kabur dari rumah sakit dan kembali mencoba bunuh diri untuk kedua kalinya. Menurutnya, pria tersebut sudah menjalani rawat inap selama berbulan-bulan, penahanan tidak sukarela, dan pemeriksaan oleh lebih dari 10 dokter, serta menegaskan bahwa kliennya tidak berniat kembali ke kehidupan publik.

Gavin Millar KC selaku perwakilan ITN dan GNM menyampaikan dalam dokumen tertulis bahwa lembaganya telah mengumpulkan berbagai tuduhan melalui investigasi mendalam dan luas, serta menilai ada kepentingan publik yang kuat untuk mempublikasikannya. Wartawan mereka telah berbicara dengan lebih dari 100 orang dan menemukan indikasi pola perilaku tertentu. Millar menambahkan bahwa banyak dari para wanita tersebut mengalami trauma akibat dugaan tindakan sang pesohor hingga menderita krisis kesehatan mental dan penyakit mental. Ia juga berpendapat bahwa penerapan prinsip perlindungan nyawa oleh negara dalam kasus ini justru menuntut negara campur tangan dalam kegiatan jurnalistik yang sah demi mencegah tindakan otonom dari pihak penggugat sendiri.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *