Mantan pemain sepak bola Liga Primer, Stephen Warnock, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyembunyikan kondisi kejang dari Liverpool ketika masih muda karena khawatir akan dilepas oleh klub. Pria berusia 44 tahun yang kini berprofesi sebagai pengamat untuk 5 Live tersebut mengawali kariernya dari akademi muda Liverpool sebelum mencatatkan 67 penampilan bagi tim utama.
Pengalaman Pertama dan Ketakutan Kehilangan Karier
Stephen Warnock menceritakan pengalaman pribadinya terkait kejang untuk pertama kalinya saat berbicara di 5 Live. Percakapan itu merespons wawancara gelandang Hull City, Matt Crooks, yang juga mengidap epilepsi. Warnock mengaku mengalami beberapa kali kejang saat masih menjadi pemain muda di Anfield sebelum akhirnya kondisi tersebut mereda seiring bertambahnya usia.
Warnock mengaku takut mengabarkan kondisi kesehatannya kepada pihak klub. “Saya takut memberi tahu Liverpool karena saya khawatir dilepas,” kata Warnock, seperti dilaporkan BBC Sport.
“Karena saya berpikir ‘jika mereka mengira saya punya kondisi medis, mereka akan melepas saya’,” tambahnya.
Ia juga merasa cemas insiden serupa terjadi ketika berada di atas lapangan hijau. Tanpa adanya pemicu yang jelas, ketidakpastian tersebut membuatnya merasa sangat ketakutan.
Kronologi dan Perjalanan Medis
Epilepsi merupakan kondisi pada otak yang memengaruhi sekitar satu dari 100 orang di Inggris. Berdasarkan data organisasi amal Epilepsy Action, kondisi tersebut pada anak-anak kerap terdeteksi ketika mereka mengalami satu kali atau lebih serangan kejang, sementara obat-obatan dapat mengurangi atau mencegahnya dengan pengelolaan yang cermat.
Warnock, yang setelahnya sempat memperkuat Blackburn Rovers, Aston Villa, dan Leeds United, mengalami serangan kejang pertamanya di lingkungan sekolah. Saat itu, ia sedang menggunakan komputer sebelum akhirnya sadar sudah berada di atas ranjang rumah sakit tanpa mengingat kejadian apa pun.
“Saya sedang menggunakan komputer dan kemudian saya bangun di ranjang rumah sakit. Dan saya seperti ‘wah, bagaimana saya bisa sampai di sini?’. Saya tidak ingat apa-apa, saya benar-benar pingsan,” ujarnya.
Teman-temannya kemudian memberi tahu bahwa ia mengalami kejang, yang berujung pada panggilan ambulans menuju rumah sakit. Warnock mengaku sempat merasa malu karena tidak ada orang lain di sekitarnya yang mengalami kondisi serupa maupun memahaminya.
Setelah mengalami kejang susulan di rumahnya, ia menjalani serangkaian pemindaian CT dan MRI. Kondisi tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya mereda.
Warnock, yang memutuskan gantung sepatu pada 2018, menyatakan bahwa dirinya sudah tidak pernah mengalami kejang lagi sejak berusia 14 tahun, meskipun perasaan cemas jika serangan itu terulang masih tetap ada.
“Saya berada di posisi yang beruntung di mana saya sembuh seiring bertambahnya usia,” tuturnya.
“Saya tidak harus minum obat atau khawatir mengendarai mobil atau hal-hal semacam itu. Ini pertama kalinya saya benar-benar membicarakannya.”
Sumber: BBC Sport








