Daftar Isi
Kekalahan 2-0 dari Chelsea membuat posisi Manchester United terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris. Pelatih Michael Carrick menegaskan bahwa timnya harus terus melangkah maju dan memenangkan pertandingan untuk keluar dari situasi sulit ini.
Bayang-bayang Degradasi dan Perbandingan Sejarah
Pengalaman pahit pernah dirasakan Carrick ketika ia terdegradasi bersama West Ham United pada awal karier bermainnya di musim 2002-2003. Saat itu, West Ham yang diperkuat pemain-pemain bintang tetap harus turun kasta meski mengoleksi 42 poin, sebuah rekor poin tertinggi untuk tim yang terdegradasi dalam format 38 pertandingan Liga Inggris. Sebagai perbandingan, perolehan tujuh poin United dari sembilan laga musim ini bahkan tidak akan mencapai 30 poin jika tren tersebut berlanjut sepanjang musim.
Pendukung Manchester United yang berusia di bawah 60 tahun tentu tidak memiliki ingatan langsung tentang kapan terakhir kalinya klub kesayangan mereka terdegradasi. Legenda menyebutkan bahwa mantan pemain mereka, Denis Law, mengirim United turun kasta lewat tumit belakangnya saat membela Manchester City, meski kenyataannya skuad asuhan Tommy Docherty itu memang sudah terpuruk sejak awal.
Kali terakhir Manchester United berada di zona degradasi setelah sembilan pertandingan atau lebih terjadi pada November 1986, ketika Sir Alex Ferguson baru mengawali masa jabatannya menggantikan Ron Atkinson. Sejak saat itu, posisi terendah United setelah setidaknya sembilan laga adalah peringkat ke-17 pada musim 1989-1990, posisi yang kini mereka tempati kembali akibat hasil-hasil pertandingan lain akhir pekan lalu.
Tren Buruk dan Tantangan Mentalitas
Rangkaian sembilan pertandingan di semua kompetisi tanpa kemenangan menjadi catatan terburuk United sejak musim 1988-1989. Satu-satunya kemenangan mereka di Liga Inggris musim ini diraih saat bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Ipswich Town di kandang pada bulan Agustus.
Meski demikian, suporter United sebenarnya sempat merasakan posisi bawah klasemen musim lalu ketika Ruben Amorim membawa tim berada di peringkat ke-16 setelah 37 pertandingan musim 2024-2025. Namun, saat itu mereka masih aman dengan keunggulan 14 poin dari zona merah.
Ketika ditanya apakah para pemainnya siap menghadapi pergeseran mentalitas yang dibutuhkan saat ini, Carrick menyatakan bahwa fokus utama tim adalah bagaimana bisa merangsek naik di klasemen dengan cepat melalui kemenangan demi kemenangan.
Jadwal Berat dan Konsekuensi Finansial
Ujian berikutnya bagi United adalah menjamu Aston Villa di Old Trafford pada 8 November, disusul laga-laga tandang berat melawan Liverpool, Newcastle, dan Arsenal. Dalam situasi yang belum pasti mengenai masa depan kepelatihannya, Carrick juga harus kehilangan Lisandro Martinez yang mendapat kartu merah saat melawan Chelsea.
Mantan pejabat final Piala Dunia Darren Cann melontarkan kritik dengan menyebut kartu merah Martinez sebagai insiden yang tidak dapat dijelaskan. Hukuman skorsing membuat Martinez dipastikan absen menghadapi Aston Villa, sementara masa depan jangka panjangnya di klub masih diliputi ketidakpastian akibat kontrak yang habis pada musim panas dan riwayat cedera.
Dampak finansial dari potensi degradasi bagi klub sebesar Manchester United tentu sangat masif. Mengingat pendapatan hak siar televisi yang sangat tinggi, United tidak akan tertutupi oleh pembayaran uang terjun payung (parachute payments) yang biasanya diterima klub degradasi. Terlebih lagi, klub saat ini masih memikul beban utang senilai 1,15 miliar poundsterling serta rencana pembangunan stadion baru yang menuai penolakan dari suporter saat laga melawan Chelsea.
Sumber: BBC Sport








