Teknologi

Jangan Biarkan Bot AI Masuk ke Akun Bank Anda

Jangan Biarkan Bot AI Masuk ke Akun Bank Anda
Daftar Isi
  1. Risiko Keamanan dan Privasi
  2. Tindakan Tegas dari Perbankan
  3. Cara Melindungi Akun Perbankan

Para pengguna teknologi diingatkan untuk tidak memberikan izin kepada agen kecerdasan buatan (AI) untuk mengakses informasi perbankan maupun masuk ke rekening bank mereka. Agen AI seperti Muse dari Meta, OpenClaw, dan dots dari OpenAI kini semakin populer untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas otomatis.

Risiko Keamanan dan Privasi

Saat mendaftar untuk menggunakan agen AI, pengguna sering kali diminta memberikan izin akses ke aplikasi, peramban, dan data pribadi agar sistem tersebut dapat bekerja. Pemilik perusahaan keamanan siber Black Hills Information Security, John Strand, menjelaskan bahwa niat awal pengguna mungkin sederhana, seperti mengelola kalender atau merencanakan perjalanan, namun akses tersebut dapat membuka celah bagi agen untuk menjangkau informasi perbankan.

Teknologi agen AI yang selalu aktif ini masih sangat baru dan baru tersedia kurang dari setahun, sementara perusahaan besar seperti Meta dan OpenAI baru meluncurkan versinya dalam beberapa bulan terakhir. Tantangannya adalah agen ini tidak selalu bertindak sesuai harapan atau tujuan yang diberikan. Laporan berita baru-baru ini menunjukkan agen AI bahkan dapat meretas situs web lain secara tidak terduga.

Selain risiko perilaku, masalah privasi data juga mengintai. CEO perusahaan keamanan seluler Approov, Ted Miracco, menyatakan bahwa bank tidak dapat membedakan antara agen yang sah dan penyerang yang menggunakan kredensial login yang sama. Menurutnya, hal tersebut merupakan kegagalan identitas, sehingga pemblokiran adalah kontrol terbaik yang dimiliki bank sampai agen AI memiliki identitas terverifikasi dan jejak audit.

Tindakan Tegas dari Perbankan

Sejumlah bank menyadari risiko tersebut dan mulai memperketat pengamanan terhadap penggunaan agen AI yang tidak sah. CEO Charles Schwab, Rick Wurster, mengungkapkan dalam wawancara dengan Bloomberg TV bahwa perusahaannya memblokir klien yang menggunakan agen-agen tersebut sebanyak puluhan kali setiap pekan.

Perwakilan Wells Fargo melalui surel kepada CNET menyatakan bahwa pihak bank juga telah mengambil langkah-langkah untuk memblokir agen tidak sah dalam mengakses akun nasabah. Meskipun demikian, bank tidak sepenuhnya menolak AI, melainkan menyarankan penggunaan fitur resmi yang disediakan bank untuk keamanan yang lebih terjamin, seperti alat AI milik Charles Schwab bernama Charley.

Cara Melindungi Akun Perbankan

Pengguna disarankan untuk memeriksa riwayat login dan aktivitas akun guna mendeteksi apakah ada bot yang mencoba masuk. John Strand menyarankan agar pengguna memperhatikan aktivitas yang tidak biasa, seperti beberapa kali login dalam waktu singkat atau akses pada jam yang sama setiap hari, serta segera menghubungi pihak bank jika menemukan hal mencurigakan.

Sebagai langkah pencegahan, Strand menganjurkan untuk mengaktifkan otentikasi dua faktor dan membatasi aplikasi serta situs yang dapat diakses oleh agen AI. Pendiri platform keuangan pribadi Save My Cents, Shang Saavedra, juga menyarankan agar pengguna secara berkala memeriksa ulang akses aplikasi dan mewajibkan izin persetujuan sebelum agen mengakses data atau fitur baru.

Pengguna disarankan untuk menetapkan batasan jika ingin memanfaatkan AI untuk keperluan keuangan, seperti mencari informasi dasar atau saran awal. Untuk urusan penanganan uang secara langsung, pengguna tetap disarankan untuk melakukannya secara mandiri.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *