Daftar Isi
Dua pabrikan asal Prancis, Renault dan Peugeot, menghidupkan kembali roh mobil reli legendaris Group B era 1980-an tanpa menggunakan bahan bakar bensin. Kedua jenama tersebut mentransformasi ikon reli mid-engine rear-wheel-drive Renault 5 Maxi Turbo dan all-wheel-drive Peugeot 205 T16 menjadi mobil listrik berperforma tinggi bergaya *hyper hatchback* dengan bodi lebar. Seperti dilaporkan oleh CarScoops, Renault menghadirkan Turbo 3E yang dijadwalkan masuk produksi terbatas pada 2025, sementara Peugeot memamerkan konsep e-T16 pada 2026 yang berpotensi menyusul ke jalur produksi pada 2027.
Desain Eksterior dan Aerodinamika
Renault Turbo 3E tampil sebagai versi modern dari leluhurnya yang dilengkapi lampu LED futuristik, aerodinamika canggih, serta pelek aloi berukuran 20 inci. Di sisi lain, Peugeot e-T16 mengusung era baru dengan tetap mempertahankan ciri khas 205 seperti rumah kaca (*greenhouse*), garis merah, lampu belakang kotak, serta grafis LED tiga slot pada lampu utama dan belakang. Peugeot menggunakan pelek berukuran 21 inci yang sedikit lebih besar dengan ban belakang lebih lebar. Kedua model mempertahankan tata letak tiga pintu tradisional serta dilengkapi asupan bumper agresif, *splitter* menonjol, rumah roda ekstra lebar dengan ventilasi terintegrasi, *side skirt*, *diffuser* belakang berukuran besar, dan spoiler atap.
Performa dan Spesifikasi Mesin
Renault Turbo 3E menggunakan sasis tubular aluminium khusus buatan Alpine serta baterai 70-kWh di bagian lantai yang menghasilkan distribusi bobot 43 banding 57 dengan penggerak roda belakang. Mobil ini ditenagai dua motor listrik yang menghasilkan total tenaga 555 daya kuda serta torsi dan akselerasi dari nol hingga 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 3,5 detik, dengan bobot seberat 1.450 kilogram. Sementara itu, Peugeot e-T16 memanfaatkan arsitektur global STLA One dari Stellantis dan tetap mempertahankan penggerak semua roda. Tiga motor listrik pada Peugeot menghasilkan tenaga gabungan 816 daya kuda dan mampu berakselerasi dari nol hingga 100 kilometer per jam dalam 2,5 detik. Peugeot dibekali baterai berkapasitas 85 kWh yang diklaim sanggup melibas tiga putaran penuh di sirkuit Nürburgring, dengan rasio tenaga terhadap bobot di bawah dua kilogram per tenaga kuda.
Interior dan Rencana Produksi
Interior kedua mobil listrik ini dirancang berfokus pada performa dengan konfigurasi dua tempat duduk, jok *bucket* yang kokoh, dan sangkar pelindung warna-warni (*roll cage*). Renault mengusung setir konvensional dan kokpit digital dari R5 E-Tech, sedangkan Peugeot menggunakan setir Hypersquare futuristik dengan layar terintegrasi serta kluster instrumen digital selebar 21 inci. Kedua mobil sama-sama dilengkapi rem tangan hidrolik vertikal untuk melakukan teknik *drift* di tikungan tajam. Terkait kepraktisan, Renault menyediakan bagasi reguler sementara bagian belakang bodi Peugeot dapat dibuka secara keseluruhan untuk memperlihatkan motor listrik dan komponen suspensi. Renault 5 Turbo 3E diproduksi terbatas sebanyak 1.980 unit dengan harga mulai dari 160.000 euro atau setara 180.000 dolar AS dan sudah dapat dipesan untuk pengiriman perdana pada 2027, sementara Peugeot e-T16 masih berstatus mobil konsep yang berpeluang diproduksi pada tahun yang sama.








