Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih ada pihak yang tidak menyukai Pancasila serta berkeinginan mendirikan negara dengan paham lain.
Peringatan Ancaman Perpecahan Bangsa
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026), sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Ia meminta agar nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan terus dipertahankan.
Prabowo menyatakan bahwa sejumlah kelompok berkeinginan mendirikan negara yang didasarkan pada agama, suku, maupun ras tertentu. Menurutnya, berbagai keinginan tersebut merupakan sumber perpecahan bagi bangsa.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyoroti berbagai konflik dan peperangan yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia. Ia menilai pertumpahan darah dan kematian ribuan orang tidak berdosa disebabkan oleh pemimpin yang kurang waspada serta kondisi masyarakat yang terpecah belah.
Peringatan untuk Kelompok Serakah dan Bermental Mafia
Prabowo mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak lengah menghadapi kelompok-kelompok yang berupaya memecah belah negara. Kendati demikian, ia meyakini bahwa kekuatan NKRI sangat besar untuk mengatasi segala ancaman tersebut dengan baik.
Lebih lanjut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang tidak setia kepada Pancasila maupun NKRI. Ia juga menyoroti individu-individu yang serakah serta bermental mafia dengan tujuan merampok kekayaan negara.
Menutup arahannya, Prabowo berpesan kepada para guru dan pamong agar membimbing para siswa dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa dan negara. Ia menekankan agar penanaman nilai patriotisme serta integritas terus diutamakan dibandingkan sekadar mencetak orang pintar.
Sumber: News - Detikcom







