Pada bulan Juni lalu, Wali Kota New York Zohran Mamdani menggalang dukungan bagi gelombang kandidat baru yang berupaya memenangkan kursi di Kongres AS. Ketiga kandidat progresif yang didukung Mamdani – Claire Valdez, Brad Lander, dan Darializa Avila Chevalier – berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dan maju sebagai kandidat partai dalam pemilu paruh waktu.
Jalur Politik dan Isu Kampanye
Ketiga kandidat mengusung platform yang mencakup penghapusan badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE), penghentian bantuan militer AS ke Israel, serta pembentukan sistem layanan kesehatan publik Medicare for All. Namun, latar belakang mereka menuju dunia politik sangat beragam. Brad Lander, mantan pengawas keuangan Kota New York, mengalahkan petahana Dan Goldman dalam persaingan yang menjadikan isu Israel sebagai topik utama. Lander, yang mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Zionis yang merangkul aktivisme pro-Palestina, sempat ditahan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki saat menjadi sukarelawan panen zaitun, yang berujung pada pencabutan dokumen perjalanannya.
Darializa Avila Chevalier, seorang pengorganisir komunitas, mengalahkan anggota Kongres lama Adriano Espaillat melalui platform bertajuk Babies Not Bombs yang menyerukan pengalihan anggaran militer untuk prioritas domestik seperti pengasuhan anak dan layanan kesehatan. Sementara itu, Claire Valdez melangkah ke kencing politik melalui gerakan buruh. Mantan pengorganisir serikat pekerja yang kini menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York ini mendukung perlindungan tenaga kerja yang lebih kuat, pengendalian sewa nasional, dan sistem layanan kesehatan yang dikelola pemerintah.
Strategi Legislatif dan Tantangan ke Depan
Merujuk pada strategi politik progresif Nomiki Konst, para pendatang baru ini harus mencari kemenangan langsung yang dapat dicapai di tengah kompleksitas Kongres dan Gedung Putih. Bagi Lander, salah satu langkah awal yang dapat ditempuh adalah melarang anggota Kongres memperdagangkan saham individu guna memulihkan kepercayaan publik, serta memulihkan subsidi pemerintah yang telah kedaluwarsa untuk asuransi swasta. Sementara itu, Avila Chevalier berfokus pada agenda pengalihan anggaran domestiknya, dan Valdez memprioritaskan pengesahan undang-undang PRO Act.
Keberhasilan mereka merintis jalan legislatif akan diuji dalam mengubah komitmen ideologis menjadi hasil nyata, seperti yang pernah dilakukan oleh anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez sejak tahun 2018. Avila Chevalier menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak mana pun demi memajukan prioritas bersama. Menurutnya, selalu ada titik temu yang dapat disepakati antarpihak, termasuk isu transformasi layanan kesehatan dan moratorium pusat data yang dinilai sebagai isu lintas partai.








