Dunia

Warga Inggris Tewas dalam Penembakan Massal di Krakow Polandia

Warga Inggris Tewas dalam Penembakan Massal di Krakow Polandia

Seorang pria bersenjata yang diyakini terinspirasi oleh ideologi ekstrem kanan menewaskan enam orang dan melukai lebih dari belasan lainnya dalam serangan di pusat kota Krakow, Polandia. Peristiwa tragis pada Sabtu sore tersebut terjadi ketika pelaku mengendarai mobil ke Alun-Alun Utama kota terbesar kedua di Polandia itu dan menembaki warga secara acak.

Kronologi Serangan dan Penangkapan Pelaku

Aksi brutal itu dimulai menjelang pukul 15.00 waktu setempat di pusat bersejarah Krakow yang ramai dikunjungi wisatawan. Rekaman video memperlihatkan kendaraan pelaku melaju kencang di tengah kota sementara warga berlarian menghindari suara tembakan. Peluru menghancurkan kaca depan toko-toko dan sebuah trem juga menjadi sasaran tembak dalam insiden yang berlangsung selama sekitar tiga menit tersebut.

Polisi bersenjata lengkap mengejar mobil pelaku hingga kendaraannya mengalami kecelakaan dan berlanjut dengan baku tembak. Pelaku yang mengenakan atribut dan senjata bergaya militer akhirnya terluka dalam baku tembak tersebut dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Pemerintah memastikan pria Polandia berusia 25 tahun itu bukan anggota angkatan bersenjata Polandia, meskipun polisi menemukan lebih banyak senjata serta amunisi di dalam mobilnya.

Korban Jiwa dan Penyelidikan Lanjutan

Perdana Menteri Donald Tusk menyatakan bahwa tiga jenazah tambahan ditemukan saat penggeledahan di kediaman tersangka yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Krakow. Terdapat indikasi kuat bahwa dua wanita dan satu pria tersebut merupakan anggota keluarga inti tersangka. Empat wanita dan dua pria tewas di alun-alun, dengan rincian tiga warga Polandia, satu warga Inggris, serta dua orang lainnya belum teridentifikasi. Sebanyak 15 orang mengalami luka-luka, termasuk dua petugas kepolisian serta lima warga negara asing asal Inggris, Austria, Rusia, Jerman, dan Portugal.

Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwiński menyatakan bahwa seluruh petunjuk mengarah pada ketertarikan pelaku terhadap ideologi ekstrem kanan dan pandangan ultra-nasionalis. PM Donald Tusk menegaskan bahwa insiden ini merupakan kasus terorisme paling drastis di Polandia dan berjanji akan menangkap setiap pendukung pelaku. Sejumlah ucapan duka cita dan kecaman atas serangan tersebut datang dari berbagai pemimpin dunia, sementara masa berkabung diumumkan di Krakow hingga 11 November.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *