Daftar Isi
Pernahkah Anda merasa mudah cemas, memikirkan sesuatu berulang kali, atau sulit melupakan kejadian yang memicu kekesalan? Kebiasaan tersebut kerap dianggap sebagai bagian dari kepribadian yang melekat dan sulit diubah, padahal karakter seseorang dapat mengalami perubahan seiring waktu, termasuk dalam merespon emosi negatif.
Mengenal Neurotisisme dan Pengaruhnya
Dalam dunia psikologi, kecenderungan untuk lebih mudah mengalami emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan, kemarahan, hingga rasa bersalah dikenal sebagai neurotisisme yang merupakan salah satu dimensi dalam model Big Five Personality. Tingkat neurotisisme ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan mulai dari kepuasan hidup, hubungan sosial, hingga pekerjaan seseorang. Orang dengan tingkat neurotisisme tinggi umumnya lebih mudah khawatir, berpikir berlebihan, dan sulit melupakan pengalaman buruk, sementara individu dengan tingkat neurotisisme rendah cenderung lebih stabil secara emosional serta cepat pulih dari situasi sulit.
Kendati demikian, neurotisisme bukan sepenuhnya hal yang buruk karena kepekaan terhadap risiko dapat membuat seseorang lebih waspada terhadap potensi ancaman. Karakteristik ini baru menjadi masalah apabila muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Perubahan Kepribadian Melalui Kebiasaan
Kepribadian memang cenderung stabil, namun perubahan tetap dapat terjadi melalui pengalaman hidup maupun upaya yang dilakukan secara sengaja. Hal tersebut diteliti melalui aplikasi bernama CHILL yang dikembangkan oleh Wiebke Bleidorn beserta rekan-rekannya guna melihat apakah teknologi dapat membantu membangun kebiasaan untuk kestabilan emosi.
Partisipan yang menggunakan aplikasi tersebut selama enam minggu menunjukkan adanya penurunan tingkat neurotisisme, terutama pada versi aplikasi yang menggabungkan penjelasan mengenai neurotisisme dengan latihan berpikir serta berperilaku baru. Temuan ini membuktikan bahwa perubahan kepribadian tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan bisa lewat kebiasaan sederhana yang konsisten.
Cara Melatih Kestabilan Emosi Sehari-hari
Menurut Bleidorn, pengurangan neurotisisme dapat dicapai dengan melakukan aktivitas penenang diri saat tertekan serta membangun kebiasaan baru dalam merespon situasi jangka panjang. Berdasarkan latihan dari penelitian CHILL, terdapat empat cara yang dapat dicoba untuk melatih kestabilan emosi.
Pertama, amati cara orang lain menghadapi stres dengan memerhatikan figur yang mampu mengendalikan tekanan dengan baik, lalu tiru perilaku positifnya seperti tidak langsung bereaksi saat kesal. Kedua, tantang pikiran negatif dengan berhenti sejenak untuk memeriksa kebenaran asumsi yang muncul serta mempertimbangkan kemungkinan lain sebelum menyimpulkan sesuatu.
Ketiga, hubungi teman untuk bercerita mengenai hal yang sedang dialami melalui pesan sederhana guna meringankan beban pikiran. Keempat, hadapi hal-hal yang biasanya dihindari karena cemas secara bertahap, seperti berpendapat dalam diskusi atau mencoba aktivitas baru setidaknya tiga kali seminggu secara konsisten.
Dengan mengenali kebiasaan diri serta mencoba berbagai cara baru secara konsisten, kestabilan emosi dapat dibangun secara bertahap tanpa harus memaksakan diri berubah dalam waktu singkat.








