Dunia

National Trust Cari Bank Baru yang Ramah Lingkungan

National Trust Cari Bank Baru yang Ramah Lingkungan
Daftar Isi
  1. Ketidaksesuaian dengan Misi Lingkungan
  2. Tantangan Pemilihan Bank Baru
  3. Tanggapan Barclays dan Penolakan Internal

Organisasi pelestarian cagar budaya dan alam Inggris, National Trust, menyetujui resolusi untuk mencari mitra perbankan baru melalui proses tender kompetitif. Langkah ini diambil guna memastikan calon penyedia jasa keuangan memiliki komitmen nyata terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan penanganan krisis iklim.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (AGM) pada Sabtu dengan mengantongi 53.256 suara mendukung dan 4.094 suara menolak. Pemungutan suara ini mendapat dukungan dari dewan wali amanat setelah bertahun-tahun menerima desakan dari para anggota yang mengkritik keterlibatan bank saat ini, Barclays, dalam pendanaan industri bahan bakar fosil.

Ketidaksesuaian dengan Misi Lingkungan

Kemitraan dengan Barclays menuai kecaman karena lembaga keuangan tersebut membiayai ekspansi minyak dan gas, termasuk infrastruktur gas metana dan metode fracking. Sementara itu, National Trust secara konsisten menetapkan krisis iklim dan penurunan kelestarian alam sebagai ancaman utama bagi bangunan bersejarah dan kawasan alam yang dikelolanya.

Pengusul resolusi dari Christian Climate Action, Drew James, menilai keputusan ini mencerminkan perubahan besar dalam akuntabilitas organisasi non-pemerintah. Menurutnya, masyarakat sipil berharap badan amal, universitas, dan kelompok keagamaan dapat memutuskan hubungan dengan lembaga keuangan yang tidak sejalan dengan standar etika mereka.

James menambahkan bahwa dukungan Barclays terhadap proyek bahan bakar fosil bertentangan dengan kewajiban National Trust di bawah Undang-Undang National Trust 1907. Ia juga menyindir ketidakselarasan sikap organisasi yang sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan beretika, namun belum menerapkannya secara penuh pada penyedia jasanya sendiri.

Dampak krisis iklim sendiri kian dirasakan langsung oleh National Trust. Pada Juli lalu, kebakaran hutan di Dunwich Heath, Suffolk, menghanguskan 104 hektar lahan kuno yang diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan hingga 25 tahun. Selain itu, berbagai properti milik organisasi ini juga sering diterpa banjir bandang dan kekeringan berkepanjangan.

Tantangan Pemilihan Bank Baru

Meski dewan wali amanat mendukung pemungutan suara tersebut, Wakil Ketua Dewan Wali Amanat Sandy Nairne memberikan catatan bahwa hasil pemungutan suara tidak bersifat mengikat secara hukum bagi pengurus. Ia menjelaskan bahwa hasil ini menjadi pertimbangan penting bagi dewan dalam pengambilan keputusan di masa mendatang, sementara proses tender diperkirakan baru berjalan setidaknya satu tahun ke depan.

Dewan juga menegaskan bahwa tender tidak akan dibatasi hanya pada bank etika khusus. Proses ini tetap terbuka bagi bank-bank utama di Inggris karena belum ada bank etika khusus yang memiliki kombinasi kapasitas pinjaman, penanganan uang tunai, infrastruktur pembayaran, dan skala operasional yang memadai untuk mendukung organisasi sebesar National Trust.

Tanggapan Barclays dan Penolakan Internal

Menanggapi hasil pemungutan suara tersebut, juru bicara Barclays menyatakan bahwa pihak penyedia jasa keuangan merasa terhormat dapat mendukung National Trust. Barclays mengklaim telah memfasilitasi pembiayaan berkelanjutan dan transisi energi senilai lebih dari 300 miliar dolar AS (sekitar £225 miliar) selama tiga tahun terakhir, termasuk pendanaan untuk proyek energi bersih di Inggris dan investasi teknologi iklim.

Namun, Drew James menyanggah klaim dana berkelanjutan tersebut. Ia merujuk pada laporan tahunan Barclays yang menunjukkan bahwa entitas bahan bakar fosil tetap dapat mengakses dana itu selama tidak dialokasikan secara langsung untuk aktivitas minyak dan gas bumi.

Di sisi lain, kelompok anggota bernama Restore Trust menyuarakan ketidaksetujuan terhadap keputusan AGM. Ketua Restore Trust, Cornelia van der Poll, menilai resolusi ini memalingkan organisasi dari tujuan utamanya untuk merawat bangunan bersejarah dan kawasan pedesaan di Inggris.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *