Daftar Isi
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan kereta api yang terjadi di dekat kota Giza, Mesir. Otoritas perkeretaapian setempat menjelaskan bahwa insiden bermula ketika dua kereta yang bergerak ke arah selatan dari Giza dan Kairo saling bertabrakan, yang mengakibatkan beberapa gerbong keluar dari jalur rel dan terjatuh ke area tebing pinggir jalur.
Kronologi dan Evakuasi Korban
Kereta pertama yang terlibat dalam peristiwa nahas tersebut tengah menempuh perjalanan dari Giza menuju Fayoum, sebelah selatan Kairo. Kereta tersebut menabrak bagian belakang rangkaian kereta lain yang melaju ke arah selatan menuju Aswan dan sedang berhenti di atas jalur rel. Berdasarkan konfirmasi kementerian, pengemudi dari salah satu kereta yang bertabrakan turut menjadi korban jiwa dalam insiden ini.
Dokumentasi visual dari lokasi kejadian memperlihatkan sejumlah gerbong yang terbalik, dengan badan dari setidaknya satu gerbong tampak terbelah menjadi dua bagian. Warga terlihat berkerumun memeriksa bagian dalam gerbong yang terbalik untuk mencari penumpang yang terluka, sementara layanan darurat dikerahkan secara besar-besaran. Bulan Sabit Merah Mesir menyatakan pihaknya telah menerjunkan personel untuk memberikan bantuan kemiskinan serta dukungan psikologis kepada para korban beserta keluarga mereka di lokasi kejadian.
Penanganan Medis dan Penyelidikan
Pemerintah Mesir menyatakan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di wilayah tersebut telah disiagakan dalam tingkat kewaspadaan tinggi guna menangani lonjakan pasien yang datang secara masif. Menteri Kesehatan Mesir, Dr Khaled Abdel Ghaffar, mengungkapkan bahwa para korban cedera sedang mendapatkan perawatan intensif untuk mengatasi berbagai keluhan seperti patah tulang dan luka di bagian kepala.
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menyatakan bahwa dirinya telah memberikan instruksi tegas kepada lembaga-lembaga negara untuk mengusut tuntas latar belakang kecelakaan tersebut. Ia juga memerintahkan agar pihak-pihak yang terbukti melakukan kelalaian segera dimintai pertanggungjawaban hukum. Sementara itu, kantor kejaksaan publik menyampaikan peringatan bahwa jumlah korban meninggal dunia berpotensi untuk bertambah.
Dampak Transportasi dan Reaksi Internasional
Akibat kecelakaan maut ini, operasional perjalanan kereta api yang menghubungkan Giza dengan wilayah Mesir Hulu terpaksa dihentikan sementara waktu. Sejumlah alat berat berupa crane telah dikirimkan ke lokasi untuk mengevakuasi bangkai kereta, meski otoritas perkeretaapian belum memberikan keterangan resmi mengenai estimasi waktu penyelesaian evakuasi tersebut.
Lokasi tabrakan yang berada di antara stasiun Kafr Ammar dan Al-Raqqa di Al-Ayyat ini terletak dekat dengan tempat terjadinya tragedi perkeretaapian paling mematikan di Mesir pada Februari 2002 silam, ketika sebuah kebakaran melahap kereta penumpang rute Kairo menuju Luxor. Tragedi masa lalu itu tercatat merenggut lebih dari 370 korban jiwa secara resmi, meskipun beberapa perkiraan memperkirakan angka yang jauh lebih tinggi, disusul oleh dua kecelakaan susulan di kawasan yang sama pada tahun 2009 yang kembali menewaskan puluhan jiwa. Menyusul bencana terbaru ini, desakan agar Menteri Transportasi mundur dari jabatannya mulai bermunculan di Mesir pada hari Minggu.
Di kancah internasional, para pemimpin dan pejabat tinggi asing turut menyampaikan belasungkawa serta dukungan bagi para korban. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan solidaritas penuh kepada Mesir dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi mereka yang mengalami luka-luka. Duta Besar Turki untuk Mesir juga menyampaikan duka cita mendalam serta simpati tulus kepada para korban, keluarga mereka, dan seluruh rakyat Mesir melalui unggahan di platform X.
Sumber: BBC News








