Pemerintah Inggris berencana mengubah sistem pendidikan tingkat menengah dengan meminta sekolah-sekolah untuk menghentikan praktik pengajaran ujian GCSE lebih awal kepada siswa kelas tujuh hingga sembilan. Kebijakan ini bertujuan menjadikan Key Stage 3 sebagai fase pendidikan yang lebih mandiri dan tidak terlalu berfokus pada ujian.
Perubahan Fokus Kurikulum
Departemen Pendidikan (DfE) menyatakan langkah ini diambil berdasarkan dua hasil peninjauan yang menemukan bahwa para pelajar semakin kehilangan minat belajar pada awal masa remaja mereka, yang berdampak langsung pada tingkat kehadiran dan prestasi sekolah. Kebijakan tersebut menandai pembalikan arah dari pendekatan pemerintahan Konservatif sebelumnya yang memusatkan tiga tahun pertama sekolah menengah pada mata pelajaran inti dan persiapan ujian.
Mantan Menteri Pendidikan Michael Gove sebelumnya memprioritaskan mata pelajaran bahasa Inggris, matematika, dan sains, serta memperketat standar penilaian dan membuat ujian bersifat linear di akhir kelas sebelas. Reformasi tersebut mendorong para guru untuk mempersiapkan para murid menghadapi ujian sejak usia lebih dini sehingga mengorbankan materi pelajaran yang tidak diujikan.
Tanggapan Pejabat dan Survei
Menteri Pendidikan Lucy Powell menyatakan bahwa tahun-tahun awal sekolah menengah seharusnya menjadi masa di mana anak-anak merasa antusias datang ke sekolah dan mengeksplorasi pengajaran yang lebih luas. Ia menambahkan bahwa perlindungan waktu belajar pada Key Stage 3 akan memberikan kesempatan untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam bagi para siswa.
DfE berkomitmen menghadirkan kurikulum baru yang lebih menarik pada tahun ini untuk mata pelajaran seperti drama, pendidikan jasmani, musik, dan bahasa asing, yang belakangan mengalami penurunan jumlah peserta. Data kementerian menunjukkan angka ketidakhadiran kronis hampir berlipat ganda di kalangan murid antara kelas enam dan sembilan, naik dari 13 persen menjadi 15 persen.
Sebuah survei yang ditugaskan oleh International Baccalaureate mengungkapkan bahwa persiapan GCSE mendominasi pembelajaran Key Stage 3 di Inggris, dengan 57 persen guru menyatakan hal tersebut sebagai pengaruh utama kurikulum. Di sisi lain, juru bicara bidang pendidikan dari Partai Liberal Demokrat, Munira Wilson, menyambut baik langkah tersebut namun mengingatkan bahwa kurikulum baru saja tidak cukup untuk mengatasi masalah absensi akibat kecemasan dan kesehatan mental, serta kekurangan guru pengampu.
Sumber: BBC News







