Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat sinergi konektivitas nasional dengan menyiapkan infrastruktur jalan tol sebagai landasan pendaratan darurat untuk pesawat tempur. Langkah strategis ini melibatkan lintas instansi guna meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan negara.
Koordinasi Lintas Instansi
Berdasarkan informasi dari akun Instagram Badan Pengatur Jalan Tol, Kementerian PU telah mengikuti Forum Bersama yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan pada Senin (26/10/2026). Perumusan kebijakan ini turut menggandeng Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara, serta lembaga terkait lainnya untuk menyelaraskan kebijakan konektivitas strategis.
Rencana tersebut telah menempuh tahap uji coba pendaratan langsung di lapangan. Uji coba pertama terlaksana di Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung pada 11 Februari 2026, disusul uji coba kedua di ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo pada tanggal 22 Oktober 2026.
“Pemanfaatan jalan tol untuk mendukung ketahanan nasional memerlukan sinergi lintas kementerian/lembaga,” ujar Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati.
“Konsep, pembagian peran, dan regulasi yang jelas menjadi bagian penting agar pelaksanaan terarah dan saling bersinergi,” lanjut Ni Komang.
Komitmen Keselamatan Publik
Kolaborasi antarlembaga tersebut akan terus ditingkatkan untuk mematangkan konsep serta regulasi yang terarah bagi kepentingan nasional. Pemerintah memastikan bahwa pengembangan infrastruktur ini tetap memprioritaskan keselamatan dan fungsi utama jalan tol sebagai sarana mobilitas masyarakat.
“Dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan fungsi utama jalan tol bagi masyarakat,” tutup Ni Komang.








