Otomotif

Deretan Kebiasaan Penumpang Uber yang Paling Dibenci Driver

Deretan Kebiasaan Penumpang Uber yang Paling Dibenci Driver
Daftar Isi
  1. Perilaku Kasar dan Tidak Sopan
  2. Perencanaan Buruk dan Masalah Ketepatan Waktu
  3. Pelanggaran Aturan Keselamatan Berkendara
  4. Aturan Kursi Anak dan Penumpang di Bawah Umur
  5. Perilaku Mengganggu dan Melecehkan
  6. Langkah Perlindungan bagi Pengemudi

Menjadi pengemudi Uber menawarkan fleksibilitas waktu, namun profesi ini juga diwarnai berbagai tantangan di jalan. Berdasarkan survei dan laporan dari berbagai sumber, pengemudi kerap menghadapi perilaku menjengkelkan dari sejumlah penumpang selama perjalanan.

Perilaku Kasar dan Tidak Sopan

Banyak keluhan pengemudi berkaitan dengan sikap tidak sopan dan perilaku kasar. Menurut survei perjalanan dari Upgraded Points yang melibatkan lebih dari 3.100 responden, hampir 20 persen pengguna rideshare mengaku pernah memberikan pujian dan janji hadiah namun akhirnya tidak memberikan tip sama sekali. Selain itu, kebiasaan seperti datang terlambat, marah-marah, merokok, serta makan atau minum tanpa izin juga menjadi sumber kekesalan.

Pengemudi juga terganggu oleh penumpang yang terlalu banyak bicara atau sebaliknya, terlalu pendiam hingga menciptakan suasana canggung. Sebagaimana dicatat oleh The Rideshare Guy, penumpang yang menelepon menggunakan pengeras suara (speakerphone) sangat problematis karena banyak pengemudi merekam video perjalanan atau karena masalah privasi data pribadi. Berdasarkan diskusi di Reddit, tindakan menyentuh radio atau mencolokkan ponsel untuk memutar musik tanpa izin pengemudi juga dinilai sangat tidak sopan.

Meninggalkan sampah, remah makanan, atau tumpahan di dalam mobil juga dikeluhkan para pengemudi karena mereka tidak selalu sempat mencuci mobil sebelum penjemputan berikutnya. Kebiasaan membanting pintu mobil turut menambah daftar panjang keluhan pengemudi.

Perencanaan Buruk dan Masalah Ketepatan Waktu

Kelancaran perjalanan Uber sangat bergantung pada kesiapan penumpang sejak titik jemput hingga tujuan akhir. Pengemudi sering kali merasa kesal ketika penumpang tidak berada di alamat yang tertera atau menunggu di pinggir jalan yang menyulitkan kendaraan untuk berputar. Berdasarkan survei Upgraded Points, sebanyak 14 persen penumpang mengubah tujuan di tengah perjalanan, padahal tidak semua pengemudi menyetujui rute tambahan mendadak tersebut.

Keterlambatan penumpang saat kendaraan tiba juga menjadi persoalan tersendiri karena membuang waktu kerja pengemudi. Meskipun Uber mengenakan biaya waktu tunggu untuk mengganti potensi kerugian, keterlambatan tetap dianggap sebagai etika buruk yang merugikan produktivitas pengemudi.

Pelanggaran Aturan Keselamatan Berkendara

Pengemudi menegaskan bahwa mereka tidak akan melaju kencang demi menutupi keterlambatan penumpang akibat perencanaan yang buruk. Tindakan mengebut, melakukan putaran ilegal, atau berhenti sembarangan melanggar aturan Uber dan membahayakan keselamatan.

Pelanggaran aturan keselamatan lainnya yang sering terjadi adalah mengabaikan sabuk pengaman. Dalam survei Upgraded Points, 31 persen penumpang mengaku tidak mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan. Pedoman Uber mewajibkan seluruh penumpang memakai sabuk pengaman, dan pengemudi berhak menolak perjalanan jika aturan ini dilanggar.

Aturan Kursi Anak dan Penumpang di Bawah Umur

Kursi keselamatan anak menjadi dilema besar bagi pengemudi ketika penumpang membawa anak kecil tanpa membawa car seat atau booster seat sendiri. Opsi Uber Car Seat hanya tersedia di kota-kota tertentu, sehingga tanggung jawab penyediaan kursi anak berada di tangan penumpang dewasa. Pengemudi memiliki hak penuh untuk menerima atau membatalkan perjalanan demi keselamatan.

Masalah serupa terjadi ketika orang tua memesankan kendaraan agar anak-anak bepergian sendirian. Uber hanya menyediakan akun remaja untuk usia 13 hingga 17 tahun yang terikat pada profil keluarga dengan batasan ketat, sementara usia minimal untuk naik Uber sendirian adalah 18 tahun. Mengirim anak kecil bersama pengemudi asing dinilai sangat berbahaya dan melanggar pedoman komunitas.

Perilaku Mengganggu dan Melecehkan

Pengemudi berhak menolak penumpang yang dalam kondisi mabuk berat atau menunjukkan gejala sakit parah yang berisiko mengotori kendaraan dengan muntah. Penumpang yang tertidur pulas juga menyulitkan pengemudi karena mereka tidak tahu apakah penumpang tersebut akan bangun atau membutuhkan pertolongan medis.

Selain itu, tindakan terlalu genit, agresif secara seksual, atau melanggar ruang pribadi pengemudi merupakan pelanggaran berat. Pelecehan seksual tidak hanya berakibat pada pemblokiran akun secara permanen, tetapi juga dapat melibatkan pihak penegak hukum.

Langkah Perlindungan bagi Pengemudi

Untuk mengatasi penumpang yang bermasalah, Uber menyediakan Safety Toolkit yang mencakup verifikasi PIN, pelacakan perjalanan, dan bantuan darurat. Pengemudi wanita juga dapat memilih untuk hanya dipasangkan dengan penumpang wanita, serta menetapkan batas minimum rating penumpang.

Selama perjalanan, pengemudi disarankan untuk menetapkan batasan sejak awal, seperti aturan dilarang merokok atau makan. Pada akhir perjalanan, pengemudi dapat memberikan penilaian rendah atau memblokir penumpang agar tidak lagi mendapatkan kecocokan di masa mendatang, sementara laporan resmi dapat dikirimkan langsung kepada pihak Uber untuk memberikan peringatan kepada pelanggar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *