Daftar Isi
Runtuhnya Bank Ueno telah berkembang menjadi salah satu skandal keuangan dan politik terbesar dalam sejarah Paraguay, melibatkan dugaan pelanggaran perbankan, dana publik ratusan juta dolar, serta hubungan bisnis antara bank tersebut dan Presiden Santiago Pena. Krisis bermula pada 3 November ketika bank sentral Paraguay memulai prosedur resolusi terhadap Ueno karena melanggar ketentuan solvabilitas minimum, yang kemudian diikuti oleh tiga investigasi kejahatan keuangan dan penetapan 27 tersangka.
Awal Mula dan Masalah di Bank Ueno
Bank Ueno merupakan bank digital bagian dari Grupo Vazquez, sebuah konglomerat besar di Paraguay yang diluncurkan pada tahun 2021 dan berkembang pesat hingga memiliki sekitar tiga juta nasabah atau hampir separuh populasi Paraguay. Berdasarkan penentuan bank sentral pada 3 November, Ueno melanggar persyaratan solvabilitas minimum sehingga tidak lagi memiliki modal yang memadai untuk memberikan keamanan atas risiko yang ditanggung, yang berujung pada penghentian operasional bisnis secara mendadak dan membuat jutaan nasabah kehilangan akses ke rekening mereka.
Penyebab Krisis dan Dana Publik
Investigasi berfokus pada tiga masalah utama, yakni dugaan pemberian kredit kepada perusahaan-perusahaan lain dari grup yang sama yang melampaui batas hukum, dugaan transaksi bisnis untuk menyembunyikan kekurangan modal, serta pertanyaan mengenai alasan bank sentral tidak melakukan intervensi lebih awal. Bank Ueno memegang simpanan dana publik dalam jumlah besar, termasuk dari Instituto de Prevision Social selaku badan jaminan sosial Paraguay, dengan total dana publik yang dikelola mencapai US$800 juta hingga US$850 juta atau setara dengan Rp12,9 triliun hingga Rp13,7 triliun.
Keterlibatan Presiden Santiago Pena
Tekanan terhadap Presiden Santiago Pena meningkat karena ia mempertahankan hubungan bisnis dengan Grupo Vazquez hingga Maret 2025, meskipun ia membantah keterlibatan langsung dengan bank tersebut. Penunjukan Carlos Carvallo sebagai presiden bank sentral pada tahun 2023 oleh Pena turut disorot karena Carvallo sebelumnya menjabat sebagai pimpinan perusahaan keuangan yang bertransformasi menjadi Bank Ueno, yang memunculkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan dan independensi pengawasan perbankan sebelum Carvallo mengundurkan diri pada 3 November atas permintaan Pena.
Proses Hukum dan Penyelidikan
Kejaksaan secara resmi mendakwa 27 orang pada 4 November, yang terdiri dari delapan eksekutif Bank Ueno dan 19 orang lainnya yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan-perusahaan terafiliasi bank tersebut. Penyelidikan mencakup dugaan pelanggaran kepercayaan, percobaan penipuan, pelanggaran tugas dalam situasi krisis, serta pelanggaran kewajiban hukum untuk menyimpan catatan. Seorang hakim memerintahkan penahanan sejumlah mantan eksekutif bank pada 5 November, termasuk Presiden Grupo Vazquez Federico Miguel Vazquez Villasanti, sementara dua terdakwa lainnya dikenakan status tahanan rumah.
Dampak Politik dan Perkembangan Lanjutan
Pena sempat mengajukan pengunduran diri pada 5 November, namun Kongres Paraguay menolaknya dan memilih agar Kamar Deputi serta Senat secara bulat memakzulkan dirinya. Pemakzulan ini membuat Pena kehilangan status senator seumur hidup yang otomatis ia dapatkan jika mundur secara biasa, sehingga kini ia dapat menghadapi proses hukum. Mantan wakil presiden Pedro Alliana dilantik pada hari Jumat untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Pena yang berjalan hingga Agustus 2028.
Bank sentral telah memulai proses likuidasi terhadap Bank Ueno dengan perlindungan hukum untuk simpanan hingga senilai US$37.600 per nasabah, serta pengesahan undang-undang baru yang memungkinkan pencairan awal sekitar US$20.000 per penabung, meskipun belum ada kejelasan pasti mengenai waktu pengembalian dana nasabah secara keseluruhan maupun nasib simpanan yang melebihi batas maksimum yang dilindungi undang-undang.








