Dunia

Presiden Paraguay Santiago Pena Dimakzulkan dan Ditahan

Presiden Paraguay Santiago Pena Dimakzulkan dan Ditahan
Daftar Isi
  1. Proses Pemungutan Suara dan Pelantikan Pengganti
  2. Penolakan Pengunduran Diri dan Status Tahanan Rumah
  3. Penyebab Krisis Ueno Bank

Parlemen Paraguay menyetujui secara bulat untuk memakzulkan Presiden Santiago Pena usai bank negara yang terkait dirinya kolaps hingga jutaan nasabah dirugikan. Senat Paraguay memberikan suara pada Jumat (6/11) dengan hasil 44 dari 45 anggota setuju untuk menggulingkan presiden, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Proses Pemungutan Suara dan Pelantikan Pengganti

Pemungutan suara Senat tersebut dilakukan setelah Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay pada Kamis (5/11) memberikan suara bulat 78-0 untuk mendepak sang presiden. Wakil Presiden Pedro Alliana langsung dilantik sebagai presiden usai pemungutan suara rampung.

Jaksa Agung sementara itu membuka tiga kasus pidana terhadap Pena dan sejumlah mantan pejabat lain terkait krisis perbankan. Pena sebelumnya mengumumkan mundur dari jabatan setelah Ueno Bank kolaps. Melalui pernyataan di media sosial, ia mengatakan keputusan itu diambil demi menjaga stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kelangsungan institusi publik.

“Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik. Keputusan ini saya ambil demi stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi publik kita,” kata Pena dalam sebuah pesan yang diunggah di media sosial, dikutip dari CNN.

Penolakan Pengunduran Diri dan Status Tahanan Rumah

Kendati demikian, pengunduran diri Pena ditolak oleh Kongres. Kongres sepakat memproses pemakzulan Pena guna mencabut kekebalan hukumnya. Selain dimakzulkan, Pena kini juga menjadi tahanan rumah setelah kejaksaan mengeluarkan perintah penangkapannya.

Pena akan berada di bawah tahanan rumah sampai hakim memutuskan di mana dia harus tinggal selama proses pidananya berjalan.

Penyebab Krisis Ueno Bank

DPR Paraguay menuduh Pena melakukan “kelalaian tugas yang serius dan sistematis” sehubungan dengan urusannya dengan Ueno Bank. Ueno merupakan bank paling populer di Paraguay dengan hampir 50 persen populasi warga negara tersebut menjadi nasabah di bank itu.

Ueno Bank ditutup pada tengah malam akibat krisis solvabilitas yang menyebabkan jutaan nasabah tidak bisa mengakses uang mereka dan memicu sebuah skandal.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *