Dunia

Pedro Alliana Dilantik Jadi Presiden Baru Paraguay Gantikan Pena

Pedro Alliana Dilantik Jadi Presiden Baru Paraguay Gantikan Pena
Daftar Isi
  1. Pelantikan Presiden Baru dan Pemakzulan Santiago Pena
  2. Krisis Runtuhnya Ueno Bank dan Penyelidikan
  3. Proses Politik dan Tanggapan Pihak Terkait

Pedro Alliana resmi mengangkat sumpah sebagai Presiden Paraguay yang baru setelah pendahulunya, Santiago Pena, dimakzulkan akibat krisis perbankan. Alliana yang berusia 52 tahun diambil sumpahnya pada Jumat (15/10) untuk menjadi presiden ke-53 negara di Amerika Selatan tersebut.

Pelantikan Presiden Baru dan Pemakzulan Santiago Pena

Sebelum menjabat sebagai presiden, Alliana menduduki posisi wakil presiden mendampingi Pena sejak dimulainya masa jabatan tersebut pada tahun 2023. Karier kepresidenan Pena harus berakhir lebih cepat setelah 44 dari total 45 senator Paraguay memberikan suara untuk melengserkannya dari jabatan dalam sidang yang berlangsung pada Jumat, sementara satu senator lainnya memilih abstain.

Melalui media sosial pada Jumat siang, Pena menyampaikan rasa terima kasih sekaligus mengakui penderitaan masyarakat yang menantikan jawaban. Pemakzulan ini menandai kejatuhan politik yang sangat cepat bagi Pena yang berasal dari Partai Colorado yang telah berkuasa lama, di mana kejatuhannya bertepatan dengan kebangkrutan lembaga pembiayaan terkemuka, Ueno Bank.

Setelah pemakzulan tersebut, pihak kejaksaan memerintahkan agar Pena ditempatkan di bawah tahanan rumah atas dugaan pelanggaran kepercayaan dan tindak pidana lainnya. Surat perintah penangkapan juga dikeluarkan terhadap Carlos Carvallo selaku mantan kepala bank sentral Paraguay yang dituduh mengabaikan tugas pengawasan, menyusul pengunduran dirinya pekan ini.

Krisis Runtuhnya Ueno Bank dan Penyelidikan

Skandal bermula pada Selasa ketika bank sentral mengumumkan bahwa Ueno berada di bawah standar legal solvabilitas, yang berarti lembaga tersebut tidak memiliki agunan memadai untuk menutupi pinjaman serta kegiatan usahanya. Otoritas lantas membekukan bank tersebut dan mengalihkan sisa asetnya ke institusi perbankan lain sebagai langkah pengamanan.

Akibat krisis ini, jutaan nasabah Ueno secara mendadak kehilangan akses ke rekening tabungan maupun pembayaran pensiun mereka. Bank yang memiliki sekitar tiga juta anggota tersebut mencakup hampir dua pertiga populasi dewasa di Paraguay dan bertumbuh menjadi bank terbesar kelima di negara itu berdasarkan jumlah deposito, dengan dana publik senilai 800 juta dolar AS yang menopang pertumbuhannya.

Pada 2023, Pena teridentifikasi sebagai salah satu pemegang saham perusahaan induk Ueno, meskipun ia mengeklaim telah menjual saham-sahamnya pada awal 2025. Jaksa penuntut mempertanyakan apakah Ueno dilindungi dari pertanggungjawaban karena kedekatannya dengan pemerintah, mengingat dana pensiun negara senilai 355 juta dolar AS turut diinvestasikan di bank tersebut.

Sejauh ini, sedikitnya 27 orang menghadapi tuntutan pidana terkait skandal perbankan ini, termasuk pemegang saham utama Miguel Vazquez, dengan dugaan tindak pidana meliputi percobaan penipuan, pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan dana, serta perdagangan pengaruh.

Proses Politik dan Tanggapan Pihak Terkait

Sebelum pemakzulan disahkan oleh Kongres, Pena sempat menawarkan pengunduran diri dengan dalih demi menjaga institusi demokrasi. Namun, Kongres Paraguay menolak surat pengunduran diri tersebut dan memilih untuk melanjutkan proses pemakzulan demi memulihkan institusi negara, dengan dukungan dari Partai Colorado yang mendominasi politik Paraguay sejak 1948.

Mantan presiden sekaligus pemimpin partai Horacio Cartes menyatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa partainya mendukung penuh pemakzulan tersebut demi mengembalikan muruah institusi republik. Seandainya pengunduran diri Pena diterima, ia akan tetap memiliki hak kekebalan hukum sebagai mantan presiden untuk duduk di Senat dan terlindungi dari tuntutan hukum.

Sementara itu, Kamar Deputai sebelumnya telah melakukan pemungutan suara dengan hasil 78 suara mendukung dan tanpa penolakan untuk memakzulkan Pena, sebelum akhirnya dilanjutkan oleh keputusan Senat. Meski demikian, pihak legislatif menolak untuk membuka sidang pemakzulan terhadap Alliana.

Alliana memulai perjalanan politiknya sebagai gubernur Departemen Neembucu di wilayah selatan Paraguay dan menghabiskan hampir satu dekade di Kamar Deputai, termasuk tiga tahun menjabat sebagai ketua lembaga tersebut. Pihak Pena menyatakan bahwa ia berencana untuk kooperatif terhadap proses penyelidikan yang berjalan, meskipun ia tidak hadir secara langsung dalam sidang pemakzulan dan memilih diwakili oleh tim kuasa hukumnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *