Sport

Estafet Tuan Rumah Porprov Jateng Beralih ke Kedu Raya

Estafet Tuan Rumah Porprov Jateng Beralih ke Kedu Raya

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII resmi berakhir dan estafet kepemimpinan tuan rumah kini beralih ke wilayah Kedu Raya. Penutupan ajang olahraga tingkat provinsi ini menandai persiapan awal menuju pelaksanaan pesta olahraga selanjutnya pada 2030.

Persiapan Kedu Raya untuk 2030

Taj Yasin menyatakan bahwa wilayah Kedu Raya telah disiapkan untuk mengemban tugas sebagai tuan rumah Porprov ke-18. Ia menyebutkan lima daerah yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen, seperti dikatakannya pada Minggu (1/11/2026).

Ia berharap ajang tersebut bukan sekadar kompetisi untuk memburu medali, melainkan sarana memperkuat ikatan persaudaraan antar-atlet maupun antar-daerah. Selain itu, hasil kompetisi ini diharapkan menjadi modal berharga bagi para atlet Jawa Tengah dalam mengasah kemampuan guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya dua atlet selama rangkaian pertandingan Porprov XVII berlangsung. Kedua atlet tersebut adalah Syabila Rizkia Putri Raharja yang merupakan atlet selam asal Kabupaten Jepara, serta Ayudiah Rivana Tridianidita dari cabang pencak silat asal Kota Semarang.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi catatan krusial yang memerlukan evaluasi menyeluruh agar potensi cedera pada atlet dapat ditekan seminimal mungkin pada masa mendatang.

Evaluasi Venue dan Hasil Akhir

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengutarakan bahwa persiapan menghadapi Porprov XVIII di Kedu Raya wajib dimulai lebih awal. Salah satu fokus utama yang harus dibenahi adalah ketersediaan fasilitas dan arena pertandingan atau venue.

Berdasarkan pengalaman pelaksanaan Porprov XVII, terdapat beberapa cabang olahraga yang terpaksa dipertandingkan di luar daerah tuan rumah akibat keterbatasan sarana. Persiapan infrastruktur dinilai menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi wilayah penyelenggara berikutnya.

Ajang Porprov XVII Jateng 2026 sendiri melibatkan total 7.999 atlet, 1.910 ofisial, serta 3.571 perangkat pertandingan yang berasal dari 35 kabupaten dan kota. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan total 810 nomor pertandingan telah diselesaikan dalam ajang tersebut.

Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali, Kota Semarang keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan 177 medali emas, 115 perak, dan 118 perunggu. Urutan berikutnya diisi oleh Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, serta Kabupaten Banyumas.

Sujarwanto menambahkan bahwa pencapaian prestasi tidak hanya menjadi milik daerah yang mendominasi jajaran lima besar saja. Perolehan medali emas maupun total medali secara keseluruhan telah tersebar secara merata di berbagai kontingen kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *