Ribuan warga memadati jalan-jalan di Praha untuk melakukan aksi protes menentang rencana perubahan sistem pendanaan media publik di Republik Ceko. Para demonstran menuduh pemerintah berupaya membungkam kebebasan pers melalui kebijakan tersebut.
Tuntutan Pembatalan RUU
Pada hari Minggu, para demonstran menuntut pencabutan draf undang-undang yang bertujuan menghapuskan iuran rumah tangga. Regulasi tersebut berencana mengganti sistem iuran dengan alokasi anggaran negara untuk stasiun radio dan televisi publik.
Dewan Perwakilan Rakyat Ceko menyetujui percepatan pembahasan RUU ini melalui pemungutan suara maraton pada dini hari Sabtu. Para anggota parlemen dari koalisi berkuasa mempercepat proses tersebut dan membatasi ruang bagi oposisi untuk melakukan perdebatan sebelum pemungutan suara dilaksanakan.
RUU yang diusulkan oleh koalisi pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Andrej Babis tersebut masih harus disahkan oleh majelis tinggi agar resmi menjadi undang-undang. Di sisi lain, pihak oposisi telah berjanji untuk membawa persoalan regulasi ini ke Mahkamah Konstitusi.
Dampak Anggaran dan Reaksi Publik
Rencana perubahan ini diperkirakan akan memangkas anggaran untuk media publik sekitar 15 persen, yang berpotensi mulai diterapkan pada tahun depan. Dalam unjuk rasa di Alun-Alun Kota Tua Praha, massa meneriakkan yel-yel seperti, “Kami sudah cukup”, “Ini tidak boleh dibiarkan lolos”, dan “4:36”, merujuk pada waktu dini hari saat draf tersebut disetujui parlemen.
Perdana Menteri Babis menyatakan bahwa rencana tersebut bukanlah sebuah bentuk serangan terhadap independensi media, melainkan persoalan transparansi pendanaan. Namun, para kritikus memperingatkan bahwa perubahan yang diusulkan akan memberikan kesempatan bagi koalisi yang berkuasa untuk menguasai media.
Para pengkritik menyamakan langkah tersebut dengan tindakan pemerintahan populis seperti Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico. Koalisi pimpinan Babis sendiri memiliki rekam jejak menyerang media dan mengusung agenda mengurangi dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
Para pegawai media publik mengumumkan rencana aksi mogok kerja yang akan digelar pada tanggal 3 November mendatang. Aksi ini mendapat dukungan penuh dari serikat pekerja, rektor universitas, kalangan gereja, organisasi media internasional, serta berbagai pihak lainnya.
Selain aksi mogok kerja, unjuk rasa lanjutan dijadwalkan berlangsung di Taman Letna, Praha, pada tanggal 15 November. Demonstrasi tersebut direncanakan tepat dua hari sebelum peringatan Revolusi Velvet anti-komunis tahun 1989 yang mengakhiri lebih dari empat dekade pemerintahan totaliter.





