Dunia

Lula Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flávio Bolsonaro

Lula Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flávio Bolsonaro

Presiden petahana dari kelompok kiri, Luiz Inácio Lula da Silva, berhasil memenangi masa jabatan keempat setelah mengalahkan penantang dari sayap kanan, Flávio Bolsonaro, dalam putaran kedua pemilihan presiden Brasil. Berdasarkan hasil resmi otoritas pemilihan, pemimpin berusia hampir 81 tahun itu meraih 51,7 persen suara, sedangkan Flávio Bolsonaro yang merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro mendulang 48,2 persen suara.

Hasil Pemungutan Suara dan Perpanjangan Waktu

Kemenangan tersebut diraih Lula setelah ia membalikkan kekalahan pada putaran pertama dari Flávio Bolsonaro. Pemungutan suara sempat diwarnai kebingungan setelah Mahkamah Agung memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam akibat laporan dari pihak Lula bahwa bus-bus umum di beberapa kota ditarik dari jalan untuk menghalangi pemilih mendatangi tempat pemungutan suara. Lula menyatakan bahwa 40 persen bus di Sao Paulo tidak beroperasi dan menyebut insiden tersebut sebagai tindakan keji yang berupaya menghentikan warga menyalurkan suara.

Di sisi lain, tim kubu Bolsonaro mengajukan keluhan terkait kondisi cuaca di wilayah tertentu yang menyulitkan warga untuk datang memilih. Sebelum mencoblos di sekolah kawasan Vila Isabel, Rio de Janeiro, Flávio Bolsonaro sempat mendesak warga untuk datang ke tempat pemungutan suara terlepas dari cuaca hujan guna mengubah arah negara, sembari mengkritik rekam jejak keamanan serta ekonomi era kepemimpinan Lula. Sementara itu, lembaga survei menyampaikan bahwa tingkat partisipasi pemilih yang lebih tinggi dari perkiraan tampak menguntungkan pihak Lula.

Dukungan Pemilih di Luar Negeri dan Kebijakan Luar Negeri

Data kedutaan besar yang dihimpun oleh layanan Portugis Deutsche Welle (DW) menunjukkan para pemilih asal Brasil di Jerman memberikan dukungan mayoritas yang sangat besar kepada petahana. Lula meraih 79,09 persen dari total 20.923 suara yang masuk di seluruh wilayah Jerman, meningkat dari perolehan 79,09 persen pada putaran pertama, dengan ibu kota Berlin mencatatkan dukungan tertinggi sebesar 88,77 persen. Kota Frankfurt menjadi wilayah dengan dukungan tertinggi untuk Bolsonaro, meski ia tertinggal jauh dengan perolehan 29,03 persen.

Terkait masa jabatan berikutnya, Lula harus mengelola hubungan dengan Washington di tengah pengaruh pemerintahan Donald Trump di kawasan tersebut, sementara Flávio Bolsonaro sebelumnya berkampanye menjanjikan kerja sama yang lebih erat dengan Amerika Serikat. Donald Trump sendiri memiliki kedekatan dengan keluarga Bolsonaro, di mana Jair Bolsonaro sempat meniru retorika Trump dan menolak mengakui kekalahan pada pemilu 2022 lalu. Di hadapan para jurnalis seusai memberikan suara di Sao Bernardo do Campo, Lula menuding kelompok kanan ingin memerintah dengan membawa bendera Amerika Serikat.

Presiden Mahkamah Agung Federal Brasil, Edson Fachin, menyerukan agar para kandidat menghormati hasil pilihan kedaulatan rakyat demi memberikan kedamaian bagi negara dalam menghadapi berbagai tantangan besar ke depan. Presiden Mahkamah Agung Pengadilan Pemilihan Superior, Kassio Nunes Marques, memperkirakan hasil resmi pemenang pemilu akan diumumkan tidak lama setelah tempat pemungutan suara ditutup, didukung sistem pemungutan suara elektronik yang membuat penghitungan suara selesai dalam hitungan jam.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *