Politik

Prabowo Telepon Bahlil di Pelantikan Golkar Maluku, Apa Isinya?

Prabowo Telepon Bahlil di Pelantikan Golkar Maluku, Apa Isinya?

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menerima sambungan telepon dari Presiden Prabowo Subianto di tengah acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Maluku. Momen tersebut terjadi ketika Gubernur Maluku sekaligus Ketua DPD Gerindra Maluku, Hendrik Izaac Lewerissa, sedang menyampaikan pidato di hadapan para kader.

Pidato Hendrik dan Panggilan Telepon Presiden

Peristiwa itu bermula ketika Hendrik sedang meminta dukungan Partai Golkar terkait perjuangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang sudah berjalan lebih dari dua dekade. Hendrik menyebutkan bahwa tahun ini terdapat secercah harapan karena rancangan undang-undang tersebut telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan panitia khusus telah terbentuk untuk membahasnya.

Ketika Hendrik tengah menyampaikan permohonan dukungan tersebut, seperti dilaporkan detikcom, Bahlil harus meninggalkan ruangan untuk mengangkat panggilan telepon dari Presiden Prabowo. Hendrik lantas menghentikan sejenak sambutannya dan meminta para hadirin untuk menunggu Bahlil yang sedang berbicara dengan kepala negara.

Bahlil kemudian kembali masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi wajah yang tampak gembira. Melihat situasi tersebut, Hendrik sempat melontarkan candaan kepada Bahlil yang baru saja selesai menerima panggilan penting tersebut.

Pesan Prabowo dan Hubungan Koalisi

Saat mendapat giliran untuk berpidato, Bahlil menjelaskan isi percakapannya di telepon bersama Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa presiden menitipkan salam khusus kepada Gubernur Maluku serta seluruh tamu undangan yang memenuhi ruangan acara tersebut.

Bahlil juga menegaskan bahwa hubungan antara Partai Golkar dan Presiden Prabowo sangat erat dan tidak perlu diragukan lagi. Ia menyatakan kesiapan partainya untuk membangun koalisi yang sifatnya permanen bersama pemerintahan saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi ini mengingatkan bahwa Prabowo memiliki kedekatan sejarah dengan Partai Golkar sebagai seorang alumni dan mantan anggota Dewan Pembina partai tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *