Metropolitan

Penyerangan Brutal di Pasar Caringin Bandung Tewaskan 2 Orang

Penyerangan Brutal di Pasar Caringin Bandung Tewaskan 2 Orang
Daftar Isi
  1. Kronologi dan Korban Tewas
  2. Penyelidikan Polisi dan Motif
  3. Bantahan Pihak Keluarga

Kasus penyerangan brutal terjadi di Pasar Caringin, Kota Bandung, dan mengakibatkan dua orang tewas setelah diserang oleh puluhan orang. Peristiwa kekerasan tersebut berlangsung pada Sabtu sore.

Kronologi dan Korban Tewas

Peristiwa penyerangan ini awalnya menyebabkan seorang pria bernama Fikri Ramadhan (22) meninggal dunia di tempat kejadian setelah dikeroyok oleh sekitar 30 orang. Dua rekan korban masing-masing bernama Tisna (37) sempat dilaporkan berada dalam kondisi kritis, sementara Agus Safari (34) mengalami luka parah hingga jarinya terputus.

Dalam perkembangan selanjutnya, Tisna juga dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Berita duka tersebut dikonfirmasi oleh ayah Fikri Ramadhan, Nandang Johari (46), saat mendatangi rumah sakit untuk melihat jenazah anaknya pada Senin (26/10/2026).

“Yang meninggal dua, yang luka-luka satu,” kata Nandang.

Nandang menjelaskan bahwa anaknya tewas akibat luka tusuk yang fatal hingga menembus bagian jantung, serta sejumlah luka sabetan senjata tajam di dada hingga kaki. Sementara itu, Tisna meninggal dunia karena luka parah di bagian belakang kepala, punggung, serta paha yang diduga akibat hantaman senjata tajam.

Penyelidikan Polisi dan Motif

Kapolsek Babakan Ciparay AKP Kardi memaparkan hasil penyelidikan sementara yang menunjukkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh masalah kesalahpahaman. Perselisihan itu melibatkan juru parkir dan kuli panggul di kawasan pasar.

“Awalnya ini ada kesalahpahaman antara tukang parkir dan kuli panggul. Tukang parkir dikira nyuri bawang,” ucap AKP Kardi pada Minggu (24/11/2026).

Sebelum aksi penyerangan terjadi, kedua kelompok yang berselisih sebenarnya sudah sempat dipertemukan untuk didamaikan. Namun, situasi kembali memanas hingga berujung pada penyerangan terhadap Fikri.

“Sudah sempat berdamai, tapi ada kesalahpahaman lagi lah,” ujar dia.

Kepolisian menyebutkan bahwa pihak korban dan para kuli panggul yang terlibat perselisihan sebenarnya saling mengenal karena telah lama beraktivitas di lingkungan Pasar Caringin. Saat ini, aparat kepolisian masih memburu para terduga pelaku pengeroyokan tersebut.

“Kalau tersangka sudah ada dalam tahap pengejaran, inisialnya kita sudah ada,” tutupnya.

Bantahan Pihak Keluarga

Di sisi lain, Nandang selaku ayah korban membantah keras informasi yang beredar di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa anaknya bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Caringin. Ia menegaskan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas yang bertugas mengangkat meja dagangan di pasar tumpah Blok B-2 Pasar Caringin.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *