Daftar Isi
Masyarakat adat dan pegiat lingkungan di Amazon menyatakan kekhawatiran mendalam menyusul tingginya dukungan pemilih terhadap kandidat presiden sayap kanan, Flávio Bolsonaro, di kota-kota Amazon. Di wilayah Mucajaí, Roraima, Bolsonaro bahkan mendulang suara mayoritas dalam putaran pertama pemilihan presiden Brasil.
Daya Tarik Janji Ekonomi dan Tambang Ilegal
Bagi sebagian warga lokal seperti Rosimari Monteiro, instruktur mengemudi berusia 38 tahun di Mucajaí, kemenangan Bolsonaro diharapkan mampu mengakhiri pembatasan ketat terhadap aktivitas pertambangan. Penutupan tambang emas ilegal yang digalakkan oleh Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva sejak 2023 membuat lapangan pekerjaan semakin sulit ditemukan di daerah tersebut.
Kawasan Mucajaí dulunya menjadi pusat dari demam emas ilegal yang mendatangkan puluhan ribu penambang ke wilayah adat Yanomami selama masa pemerintahan Jair Bolsonaro pada 2019 hingga 2022. Para penambang masuk melalui sungai dan jalur udara rahasia, membawa malaria, keracunan merkuri, kelaparan, serta kerusakan bagi sekitar 32.000 jiwa penduduk asli.
Ketika Lula mengalahkan ayah Bolsonaro dalam pemilihan 2022, pemerintah melancarkan operasi penertiban untuk mengevakuasi para penambang dan menekan industri ilegal yang memicu krisis kemanusiaan bagi Suku Yanomami. Namun, warga setempat meyakini bahwa jika terpilih, Bolsonaro akan melegalkan penambangan di tanah adat agar masyarakat dapat kembali bekerja. Saat berkampanye di Amazon, Bolsonaro berjanji akan mengubah kekayaan alam yang ada menjadi kemakmuran bagi warganya.
Kekhawatiran Ancaman Eksistensial Suku Yanomami
Prospek kembalinya kubu Bolsonaro ke kursi kepresidenan memicu kepanikan luas di kalangan pemimpin adat. Tokoh Yanomami, Júnior Hekurari, menilai bahwa kemenangan nomor urut 22 tersebut sama saja dengan menandatangani sertifikat kematian bagi masyarakat adat. Hekurari bahkan telah mendapati laporan mengenai kembalinya para penambang liar yang bersiap memasuki wilayah adat terbesar di Brasil itu.
Nilton Tubino, pejabat yang memimpin operasi anti-tambang pemerintahan Lula, mengonfirmasi adanya pergerakan mencurigakan di sekitar wilayah tersebut. Tubino memperingatkan bahwa unit penegakan hukumnya akan dibubarkan jika Bolsonaro menang, sementara para pejabat pelindung lingkungan kemungkinan besar akan disingkirkan dan dianiaya.
Mantan menteri lingkungan hidup Lula, Marina Silva, menegaskan bahwa situasi ini merupakan ancaman mematikan bagi eksistensi, budaya, pandangan hidup, serta cara hidup masyarakat adat. Di sisi lain, pemimpin adat ternama Davi Kopenawa menyatakan dukungan penuh kepada Lula dan memperingatkan potensi terjadinya konflik, kekerasan, hingga pertumpahan darah jika Bolsonaro keluar sebagai pemenang.
Pengaruh Gereja Evajelikal dan Isu Sosial
Selain faktor ekonomi pertambangan, tingginya dukungan terhadap Bolsonaro di Roraima juga didorong oleh ekspansi pesat gereja evajelikal di wilayah perbatasan pertanian tersebut. Pendukung melihat sang politisi sebagai pembela nilai-nilai Kristen yang menentang pernikahan sesama jenis, aborsi, dan narkoba. Pendeta Leandro Gentil menyebut Bolsonaro sebagai angin segar yang dibutuhkan oleh jemaat gereja.
Komitmen garis keras Bolsonaro dalam memberantas kejahatan terorganisir dan narco-teroris turut memikat para pemilih di tengah cengkeraman geng kriminal yang semakin kuat di Amazon. Para pendukung seperti Luciano Gomes berharap sumber daya mineral seperti emas, berlian, dan tanah jarang dapat dieksploitasi secara bertanggung jawab di bawah kepemimpinan baru.
Sementara itu, politisi dan pengacara Suku Yanomami, Joênia Wapichana, menegaskan bahwa komunitas adat tidak akan menyerah begitu saja tanpa perlawanan dalam menghadapi ancaman kebijakan dari kubu bolsonarismo. Aksi protes dan penolakan terus disuarakan oleh para mahasiswa serta aktivis adat di jalanan Boa Vista untuk mempertahankan tanah leluhur mereka.
Sumber: Environment | The Guardian






