Proyek sains warga bernama CoastSnap kini membantu para peneliti memantau perubahan garis pantai di berbagai negara hanya dengan mengandalkan ponsel berkamera dan aplikasi. Program yang berawal di Australia pada 2017 ini telah berkembang ke lebih dari 200 stasiun pemantauan di 21 negara, termasuk Inggris.
Mekanisme Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pelacakan perubahan pantai dari waktu ke waktu merupakan pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga, sehingga keterlibatan masyarakat menjadi aset berharga. Di setiap stasiun CoastSnap, pengunjung dapat menempatkan ponsel mereka pada dudukan khusus agar gambar diambil dari posisi dan sudut yang konsisten, lengkap dengan papan informasi mengenai cara mengunggah foto tersebut.
Setelah foto dikirimkan, perangkat lunak akan menyelaraskan gambar dan melakukan transformasi geometris untuk mengubahnya menjadi tampilan dari sudut pandang udara. Algoritma khusus kemudian memetakan garis pantai sekaligus mengoreksi kondisi pasang surut air laut berdasarkan stempel waktu pengambilan foto.
Memantau Dampak Erosi dan Badai
Kondisi pesisir pantai terus bergeser akibat cuaca, gelombang, dan pasang surut air laut. Gelombang besar serta pasang tinggi dapat mengikis pasir pantai, sedangkan kondisi laut yang tenang akan mengendapkan kembali pasir ke pesisir. Selain itu, gundukan pasir di laut dapat berpindah dan berubah bentuk, baik secara sementara maupun permanen.
Sebagaimana dilaporkan The Guardian, CoastSnap saat ini menjadi program pemantauan pantai berbasis darat terkoordinasi terbesar di dunia. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan peneliti mengikuti dinamika pesisir dari hari ke hari, mengamati erosi jangka panjang, menilai dampak badai tertentu, hingga mengukur efektivitas proyek penambahan pasir atau kerikil pantai.
Sumber: Environment | The Guardian





