Dua pejabat Federal Reserve pada hari Jumat menyatakan bahwa suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat perlu kembali dinaikkan guna meredam laju inflasi. Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dalam rapat FOMC.
Proyeksi Kenaikan Suku Bunga
Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan harus segera dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, langkah penyesuaian bertahap yang dilakukan lebih awal akan jauh lebih minim risiko dibandingkan tindakan mendadak di kemudian hari. Musalem menilai langkah cepat saat ekspektasi inflasi masih terjaga memiliki peluang keberhasilan lebih besar tanpa membebani pasar tenaga kerja maupun pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Presiden Fed Dallas Lorie Logan memperkirakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase setidaknya dalam dua kesempatan mendatang. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berarti Fed harus menaikkan suku bunga pada setiap pertemuan kebijakan. Logan, yang memiliki hak suara dalam keputusan suku bunga pada Desember mendatang, menyebut bahwa jeda di antara pertemuan dapat membantu perekonomian beradaptasi.
Berdasarkan alat pemantau FedWatch milik CME, para pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 76 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan bulan Desember. Pada keputusan sebelumnya di hari Rabu, dua dari 12 anggota pemberi suara FOMC—yakni Gubernur Lisa Cook dan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack—menyatakan sikap berbeda karena menginginkan kenaikan suku bunga.
Kondisi Inflasi dan Ekonomi
Musalem menggambarkan kondisi ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan berada dalam posisi yang tangguh, didorong oleh pertumbuhan produk domestik bruto yang mencapai 3,4 persen serta sektor kecerdasan buatan dan kondisi finansial yang akomodatif. Pasar tenaga kerja juga dinilai stabil dengan tingkat pengangguran berada di angka 4,2 persen.
Namun demikian, Musalem memperingatkan bahwa tingkat inflasi saat ini masih terlalu tinggi, merujuk pada indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang menunjukkan inflasi tahunan berada di atas 3 persen. Tanpa penyesuaian kebijakan moneter lebih lanjut, ia menilai ada kemungkinan besar inflasi akan terus bertahan di atas target jangka panjang bank sentral sebesar 2 persen.
Pandangan Mantan Pejabat
Mantan Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker menyampaikan pandangan senada dalam wawancara dengan CNBC, dengan menyatakan bahwa dirinya juga akan mendukung kenaikan suku bunga jika berada dalam posisi penentu kebijakan pekan ini. Lacker mengaku heran dengan kurangnya urgensi dalam menghadapi tingkat inflasi yang bertahan di kisaran tiga hingga tiga setengah persen dalam waktu lama.
Dalam kesempatan terpisah, mantan Presiden Fed St. Louis James Bullard mengomentari rencana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh terkait penyelenggaraan pertemuan khusus strategi kebijakan yang tidak membahas keputusan suku bunga. Bullard menilai gagasan tersebut kurang tepat karena dunia yang bergejolak sewaktu-waktu dapat memaksa diadakannya pertemuan darurat.
Sumber: US Top News and Analysis








