Dunia

Tumpahan Minyak Serang Pantai UEA Usai Tanker Diserang

Tumpahan Minyak Serang Pantai UEA Usai Tanker Diserang
Daftar Isi
  1. Penyebaran Tumpahan Minyak
  2. Dampak Lingkungan dan Ancaman Ekosistem
  3. Kronologi Serangan Tanker

Tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker yang diserang di dekat Selat Hormuz telah menyebar di sepanjang garis pantai Uni Emirat Arab (UEA). Peristiwa ini memaksa penutupan sejumlah pantai dan wilayah pesisir.

Penyebaran Tumpahan Minyak

Citra satelit dari hari Senin menunjukkan awal mula tumpahan minyak dari kapal yang memiliki lokasi dan dimensi serupa dengan Gem No.2. Kapal tersebut mengalami kerusakan antara tanggal 9 hingga 10 Oktober di tengah gelombang serangan kapal oleh Iran. Lapisan minyak tersebut telah menyebar sejauh lebih dari 35 kilometer dari kapal tanker berdasarkan pantauan citra satelit pada hari Rabu.

Otoritas UEA menyatakan pada hari Kamis bahwa insiden tersebut berdampak pada pantai-pantai di dekat kota utara Umm Al Quwain. Video terverifikasi dari hari Jumat menunjukkan minyak mencemari daratan dan mengubah warna air laut menjadi hitam. Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA menyatakan pada hari Kamis bahwa mereka segera memulai upaya penahanan guna membatasi dampak lingkungan.

Profesor Steve Widdicombe selaku direktur Sharjah Marine Science Research Centre di UEA mengatakan kepada BBC Verify bahwa dampak terhadap lingkungan tidak dapat dihindari, meskipun para peneliti memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menilai tingkat kerusakan secara keseluruhan. Kebocoran minyak yang jauh lebih kecil sempat terlihat keluar dari kapal pada tanggal 19 Oktober, sebelum lapisan minyak tersebut menyebar dengan cepat dalam kurun waktu dua hari menurut analisis citra satelit radar oleh BBC Verify dan perusahaan intelijen MAIAR.

Dampak Lingkungan dan Ancaman Ekosistem

Tumpahan minyak dapat menyebabkan kematian langsung pada hewan laut dan organisme lainnya dengan cara menjebak penyu, mengotori bulu burung laut, atau merusak insang ikan. Menurut Profesor Widdicombe, pencemaran ini juga berpotensi memicu kerusakan jangka panjang apabila spesies terus terpapar senyawa beracun yang dapat mengganggu kemampuan reproduksi mereka.

Para peneliti memperingatkan bahwa tingkat keparahan dampak lingkungan pada tahap ini masih sangat tidak pasti. Hal tersebut bergantung pada sejumlah faktor termasuk volume serta jenis minyak yang tumpah, kecepatan penguapan atau penguraian, dan efektivitas operasi pembersihan. Kendati demikian, tumpahan minyak tersebut membentang ke arah pulau Siniyah dan Khor Al Beidah yang merupakan Kawasan Keanekaragaman Hayati Utama berstandar global. Wilayah ini menjadi habitat bagi karang, lamun, rawa asin, serta spesies seperti penyu hijau dan hiu gitar halavi yang berstatus terancam punah.

Kedekatan lokasi tumpahan dengan wilayah tersebut merupakan sudut pandang lingkungan yang paling mengkhawatirkan menurut Eoghan Darbyshire, seorang ilmuwan di Conflict and Environment Observatory.

Kronologi Serangan Tanker

Analisis BBC Verify terhadap dimensi dan posisi kapal mengonfirmasi bahwa kapal tersebut adalah tanker minyak mentah bernama Gem No.2. Perusahaan intelijen maritim Vanguard melaporkan bahwa tanker berbendera Panama itu diserang oleh proyektil tak dikenal pada tanggal 9 Oktober di sebelah utara kota Al Jazeera Al Hamra. Serangan tersebut memicu kebakaran di atas kapal yang kemudian berhasil dipadamkan.

Rekaman terverifikasi yang diunggah pertama kali ke media sosial pada tanggal 10 Oktober memperlihatkan para kru berlari di atas dek mengenakan jaket pelampung sementara kepulan asap hitam besar membubung dari kapal. Media pemerintah Iran membagikan rekaman kapal yang cocok dengan Gem No.2 dalam kondisi terbakar dengan tumpahan minyak yang menyala ke laut. Kapal tersebut berupaya keluar dari Selat Hormuz melalui rute yang tidak sah dan berbahaya menurut keterangan media pemerintah.

Konsulat India di Dubai menyatakan pada tanggal 11 Oktober bahwa seluruh 22 awak kapal yang berkewarganegaraan India berhasil diselamatkan. Gem No.2 merupakan salah satu dari rekor jumlah kapal yang melaporkan serangan di dalam dan sekitar Selat Hormuz pada awal Oktober. Pakar keamanan menyampaikan kepada BBC Verify bahwa insiden ini merupakan bagian dari upaya Iran untuk menegaskan kendali yang lebih besar atas selat tersebut sebagai respons atas keberhasilan militer Amerika Serikat mengawal lebih banyak kapal melewati jalur pelayaran penting itu. Tanker serta kapal komersial lainnya kerap menjadi sasaran serangan dari pasukan Iran maupun Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz di tengah konflik di antara kedua negara.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *