Dunia

Waduk Ardingly di Inggris Kering, Warga Cemas Krisis Air

Waduk Ardingly di Inggris Kering, Warga Cemas Krisis Air

Waduk Ardingly di dekat Haywards Heath, Inggris, saat ini hanya terisi 19 persen setelah wilayah tersebut mengalami musim panas terpanas yang pernah tercatat. Kondisi ini membuat warga setempat merasa cemas dan mempertanyakan kesiapan infrastruktur air bersih dalam menghadapi krisis iklim.

Kondisi Waduk dan Protes Warga

Caroline Allan, seorang warga yang telah lama tinggal di Haywards Heath—kota terdekat dari salah satu waduk paling menyusut di Inggris—mengungkapkan bahwa ia belum pernah melihat permukaan air di Ardingly serendah saat ini, seperti dilaporkan The Guardian. Waduk yang dikelola oleh South East Water ini melayani sekitar 95.000 properti di wilayah Haywards Heath dan Uckfield di Sussex. Saat kunjungan media tersebut, cuaca sebenarnya sedang mendung dan hujan, kontras dengan dasar waduk berlumpur yang seharusnya terendam air sedalam enam meter.

Awal bulan ini, kekeringan parah telah dideklarasikan di sebagian wilayah Devon, Cornwall, Dorset, Somerset, East Sussex, dan West Sussex. Tindakan darurat pun diambil untuk mengamankan pasokan air publik. Kekeringan parah merupakan tingkat kekeringan tertinggi yang ditetapkan ketika bukti menunjukkan bencana tersebut menimbulkan atau akan segera memicu bahaya serius, sehingga perlu ada tindakan darurat untuk melindungi warga, pasokan air, lingkungan, pertanian, infrastruktur, dan layanan penting lainnya.

Allan menilai larangan penggunaan selang air kemungkinan tidak akan pernah dicabut, sementara kawasan tersebut semakin padat tanpa ada peningkatan kapasitas penyimpanan air. Pembangunan perumahan baru di sekitar Haywards Heath terus bertambah dan memicu penolakan warga karena populasi yang meningkat menekan sumber daya yang sudah terbatas.

Faktor Pemicu dan Kendala Infrastruktur

Permintaan air terus meningkat seiring bertambahnya populasi serta kebutuhan industri baru dari pusat data dan infrastruktur energi. Di sisi lain, ketersediaan air menurun akibat krisis iklim yang memperparah variabilitas curah hujan serta memicu lonjakan permintaan air selama musim panas yang lebih panas dan kering. Belasan tahun terakhir juga diwarnai kurangnya investasi dalam memperbaiki kebocoran dan membangun waduk baru.

Sebagian besar Eropa menghadapi gelombang panas berturut-turut akibat krisis iklim musim panas ini. Kombinasi panas ekstrem dan minimnya curah hujan membuat 82 persen wilayah Inggris dan sebagian besar Wales masih mengalami kekeringan atau kekeringan parah. Badan Lingkungan Hidup (Environment Agency) memperkirakan cadangan waduk seharusnya berada di kisaran 75 persen pada periode ini, namun pasokan di sejumlah waduk berada di titik kritis, termasuk Ardingly dan Wimbleball yang hanya terisi 14,5 persen.

Dibutuhkan curah hujan mencapai 120 persen dari rata-rata normal dari sekarang hingga bulan April agar seluruh wilayah bisa keluar dari status kekeringan. Kelompok kekeringan nasional pemerintah mendapat laporan pada hari Rabu bahwa hujan belakangan ini belum mengubah prospek kekeringan.

Ironisnya, kurang dari enam mil dari Ardingly, Waduk Weir Wood milik Southern Water justru terisi 80 persen, namun tidak dapat digunakan karena fasilitas pengolahan air di lokasi tersebut tidak berfungsi sejak 2018. Graham Ward, warga seumur hidup di Haywards Heath, menilai situasi tersebut sebagai sebuah kegilaan. Selama kekeringan tahun 2025, South East Water sempat mengumumkan rencana darurat untuk menghubungkan waduk Ardingly dan Weir Wood melalui pipa di atas tanah, tetapi rencana itu dibatalkan begitu hujan turun dan kondisi kekeringan mereda.

Southern Water kini berencana membangun ulang fasilitas pengolahan di Weir Wood paling lambat tahun 2030, sementara South East Water sedang melakukan studi kelayakan untuk pemasangan pipa bawah tanah yang menghubungkan kedua waduk tersebut. Pemerintah sebelumnya juga telah mengeluarkan panduan bagi warga untuk menyimpan barang-barang esensial, yang menjadikan kelangkaan air sebagai kekhawatiran mendesak.

Ward mengaku sudah sejak lama menyimpan cadangan air sebagai antisipasi. Ia berpendapat bahwa perusahaan air harus bertanggung jawab memperbaiki waduk agar berfungsi sebagaimana mestinya karena infrastruktur yang ada sudah rapuh dan tidak memadai lagi menghadapi musim panas ekstrem setiap tahun.

Delphine Hazeldon, warga Haywards Heath yang tinggal di sana selama lebih dari 20 tahun, mengaku ngeri melihat kondisi waduk yang belum pernah sekering ini, dan menyebut masalah ini akan menjadi beban anak cucu kelak. Juru bicara Southern Water menjelaskan bahwa pembangunan ulang Waduk Weir Wood dilakukan demi ketahanan jangka panjang wilayah Sussex Utara akibat perubahan iklim dan pertumbuhan populasi, mengingat fasilitas pengolahan yang ada berasal dari tahun 1950-an dan telah kedaluwarsa.

Menteri Air Emma Hardy, yang memimpin rapat kelompok kekeringan nasional, menyatakan bahwa situasi saat ini masih serius meskipun ada hujan baru-baru ini. Memasuki musim gugur dan dingin, tantangan baru muncul berupa ancaman kekeringan dan banjir secara bersamaan karena tanah yang mengeras kesulitan menyerap air. Perusahaan air diminta untuk terus mengambil langkah maksimal mengamankan pasokan sekaligus memastikan persiapan optimal menghadapi musim semi mendatang. Sementara itu, South East Water menolak untuk memberikan komentar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *