Lembaga pengawas kepolisian Inggris, Independent Office for Police Conduct (IOPC), resmi membuka penyelidikan independen terhadap Kepolisian Metropolitan London (Met) pada Jumat (14/2). Penyelidikan ini dilakukan setelah Met merujuk dirinya sendiri atas kegagalan meneruskan surat tuduhan kejahatan serius yang melibatkan ayah dari Duchess of Sussex, Thomas Markle, kepada penegak hukum di luar negeri pada 2019.
Kegagalan Meneruskan Laporan ke Otoritas Asing
Penyelidikan IOPC difokuskan untuk mengidentifikasi pihak di internal Met yang mengambil keputusan untuk tidak membagikan isi surat tersebut ke negara-negara tempat dugaan pelanggaran hukum terjadi. Selain itu, IOPC akan mengevaluasi apakah prosedur dan kebijakan kepolisian telah dijalankan dengan benar saat menangani laporan itu.
Surat yang dikirim oleh mantan istri Thomas Markle, Roslyn Loveless, diterima oleh Fixated Threat Assessment Centre milik Met pada 2019. Komandan Met Adam Slonecki menjelaskan bahwa penulis surat awalnya mengaku ingin menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan Duchess of Sussex. Namun, dokumen tersebut justru memuat sejumlah klaim mengenai dugaan tindak pidana di luar wilayah hukum Inggris, termasuk di Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand.
Met menyatakan tidak melakukan penyelidikan saat itu karena tuduhan tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas ilegal di luar negeri. Kepolisian London kemudian menyerahkan dokumen sensitif tersebut ke kantor Duke dan Duchess of Sussex untuk diketahui. Kendati demikian, rincian tuduhan tersebut dibiarkan dan tidak diteruskan ke lembaga penegak hukum asing selama tujuh tahun. Met baru mulai mengirimkan rincian surat tersebut kepada FBI di AS, otoritas penegak hukum di Filipina, serta kepolisian Thailand saat ini.
“Menindaklanjuti rujukan perilaku sukarela dari Kepolisian Met, kami memutuskan bahwa penyelidikan independen diperlukan terkait kegagalannya meneruskan tuduhan pelanggaran serius, yang terkandung dalam surat yang diterimanya pada 2019, kepada otoritas luar negeri yang relevan pada saat itu,” kata juru bicara IOPC.
Sebelumnya, Met juga meminta IOPC menilai apakah keputusan menyerahkan surat itu ke kantor Meghan Markle melanggar aturan perlindungan data. Namun, IOPC memutuskan tidak akan menyelidiki potensi pelanggaran aturan data tersebut. Isi surat itu sendiri dipahami turut berperan dalam renggangnya hubungan antara Meghan dan ayahnya.
Penyelidikan Dugaan Kejahatan Seksual di Filipina
Thomas Markle, yang kini berusia 82 tahun dan berada di AS, sedang menghadapi penyelidikan oleh otoritas Filipina atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak. Pria yang tinggal di Filipina hingga Mei lalu tersebut membantah tuduhan kepemilikan materi ilegal, meski ia mengaku pernah membayar untuk layanan seksual.
Menteri Dalam Negeri Filipina, Jonvic Remulla, mengatakan kepada The Guardian bahwa seluruh petunjuk mengarah pada tuduhan bahwa Markle merupakan “kemungkinan pelaku kejahatan seksual tingkat paling berat” dan penyelidikan forensik secara menyeluruh akan memberikan “gambaran pasti”.
Penyidik di Filipina saat ini sedang memeriksa sejumlah gambar digital yang diduga milik Markle dan ditemukan di bekas kediamannya di negara Asia Tenggara tersebut. Laporan keberadaan gambar ilegal tersebut disampaikan oleh putra Thomas Markle sekaligus saudara tiri Meghan, Thomas Markle Jr, kepada pihak berwenang Filipina pada pekan lalu.
Sementara itu, media Daily Mail pada Jumat melaporkan temuan materi yang dikategorikan sebagai gambar pelecehan seksual anak di sebuah garasi dekat bekas tempat tinggal Markle di Meksiko, sebelum ia pindah ke Filipina pada 2025. Temuan tersebut dilaporkan telah diteruskan kepada FBI.
Sumber: World news | The Guardian








