Dunia

Koneksi Starlink Ukraina Kembali Stabil Usai Sempat Dibatasi

Koneksi Starlink Ukraina Kembali Stabil Usai Sempat Dibatasi

Koneksi jaringan internet satelit Starlink di Ukraina saat ini sudah kembali stabil setelah militer negara tersebut mengalami pembatasan akses selama beberapa hari. Menteri Pertahanan Yevhenii Khmara menyampaikan bahwa jaringan tersebut kini dapat kembali diandalkan untuk mendukung berbagai operasi di medan pertempuran.

Pemulihan Kecepatan Jaringan

Sebelumnya, Ukraina sempat menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pemilik Starlink, Elon Musk, untuk membatasi akses jaringan tersebut. Pembatasan itu membuat sambungan drone terputus ketika melaju dengan kecepatan 161 kilometer per jam atau lebih. Donald Trump sempat membantah tudingan tersebut sebelum kemudian menyatakan bahwa Musk telah memulihkan kembali sistemnya.

Yevhenii Khmara menjelaskan bahwa kecepatan jaringan kini bahkan bisa melampaui 400 kilometer per jam, yang menandakan kemampuan penuh satelit telah berfungsi kembali. Menurutnya, hasil pemulihan ini sangat penting bagi garis depan, para tentara, pengoperasian drone, logistik, serta bidang komunikasi, seperti dilaporkan oleh BBC News.

Militer Ukraina sangat mengandalkan konstelasi 10.000 satelit orbit bumi rendah ini untuk keperluan operasi militer, terutama di wilayah medan perang yang terpencil. Ukraina memanfaatkan layanan sipil Starlink serta versi militer yang lebih aman, yakni Starshield. Di sisi lain, Rusia tidak memiliki izin untuk menggunakan Starlink, sehingga jaringan tersebut tidak berfungsi ketika Ukraina melancarkan serangan jarak jauh ke wilayah kilang minyak di Rusia.

Ketegangan Diplomatik dan Konflik Lapangan

Permasalahan terkait Starlink ini mencuat pekan lalu di tengah perselisihan diplomatik yang lebih luas antara Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia. Donald Trump berujar bahwa serangan terhadap kilang minyak Rusia telah mendongkrak harga global, sementara Kyiv menilai fasilitas tersebut merupakan sumber pendapatan utama bagi mesin perang Moskow.

Di tengah situasi tersebut, pertempuran di lapangan terus berlanjut. Otoritas Rusia melaporkan terjadinya pemadaman listrik di wilayah Krimea yang dianeksasi Moskow menyusul serangan drone Ukraina. Gubernur setempat yang didukung Rusia, Sergey Aksyonov, menyebutkan bahwa pembatasan pasokan listrik dan air telah diberlakukan.

Secara terpisah, otoritas yang disokong Rusia menyampaikan bahwa sekurang-kurangnya tiga orang tewas dan satu orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman serangan Ukraina di wilayah Kharkiv.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *