Kemunculan potensi kloning kecerdasan buatan untuk Grand Theft Auto VI dinilai dapat mendorong pengembang untuk mempercepat kehadiran versi resmi permainan tersebut di komputer pribadi. Seorang mantan direktur teknik Rockstar meyakini ancaman dari versi buatan AI ini dapat mengubah pola rilis yang selama ini diterapkan perusahaan.
Hubungan Rumit Antara PC dan Konsol
Menurut laporan Ars Technica, Obbe Vermeij yang meninggalkan Rockstar pada tahun 2009 mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Rock Paper Shotgun mengenai sejarah hubungan antara platform komputer dan konsol. Ia mengenang bagaimana para seniman game original GTA versi PC merasa kesal ketika versi konsol menurunkan kualitas warna tekstur dari 256 warna menjadi hanya 16 warna untuk rilis PlayStation 1.
“Jadi itu selalu menjadi semacam hubungan yang canggung antara PC dan konsol,” ujar Vermeij seperti dilaporkan Ars Technica. Ia menambahkan bahwa pada masa itu perilisan mendahulukan komputer pribadi sebelum konsol, meskipun penjualan versi konsol jauh lebih tinggi.
Pergeseran Strategi Penjualan Rockstar
Tingginya angka penjualan di konsol membuat Rockstar mengalihkan fokus bisnis mereka secara drastis ke perangkat tersebut. Akibatnya, versi PC untuk berbagai judul permainan utama mereka sering kali mengalami penundaan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah versi konsolnya diluncurkan.
Tren keterlambatan ini terus dipertahankan oleh Rockstar hingga saat ini. Kebijakan tersebut tetap berjalan meskipun banyak penerbit game lain yang sebelumnya berfokus pada konsol kini mulai memperlakukan komputer pribadi sebagai platform yang sama pentingnya, seiring semakin kaburnya batas antara kedua perangkat tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber: Ars Technica - All content








