Daftar Isi
Komisi kerajaan untuk proyek pembangunan besar di negara bagian Victoria, Australia, memulai dua minggu sidang dengar pendapat publik di tengah masa kampanye pemilu. Langkah yang awalnya mengantar Ben Carroll menjadi perdana menteri ini kini justru berpotensi menjadi bumerang politik bagi dirinya dan Partai Buruh.
Ujian Berat di Tengah Kampanye
Bagi Partai Buruh, dimulainya penyelidikan resmi yang dinamakan Komisi Kerajaan untuk Integritas Proyek Konstruksi Infrastruktur Publik dan Sipil ini hadir pada waktu yang paling tidak menguntungkan. Partai tersebut ingin fokus pada isu lain, alih-alih menghadapi tuduhan korupsi serta infiltrasi kriminal dalam proyek-proyek pemerintah.
Sebaliknya, kubu Koalisi oposisi siap memanfaatkan situasi tersebut. Ben Carroll, yang bus kampanyenya mengusung slogan kepemimpinan baru, harus menghadapi berbagai pertanyaan mendesak mengenai tindakan para pendahulunya di partai.
Sejumlah petinggi Partai Buruh khawatir pekan-pekan mendatang akan memberikan dampak negatif yang besar. Menurut seorang sumber senior di tubuh Partai Buruh seperti dilaporkan The Guardian, jika muncul pemberitaan negatif, Carroll akan langsung tampil di media dan partainya tetap fokus menjalankan rencana kampanye mereka dengan mengambil alih tanggung jawab penuh atas penyelidikan tersebut.
Hubungan dengan Penyelidikan dan Tantangan Politik
Pembentukan komisi ini merupakan keputusan pertama Carroll setelah menjabat sebagai perdana menteri, menggantikan pendahulunya Jacinta Allan yang menolak membentuk komisi tersebut meskipun mengakui adanya keterlibatan kriminal dalam proyek konstruksi. Ketika mendatangi Gedung Pemerintahan saat surat keputusan pemilu diterbitkan, Carroll menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi pemimpin yang menepati janji terkait integritas.
Langkah tersebut sempat mendatangkan apresiasi dari mantan Ombudsman Victoria periode 2014 hingga 2024, Deborah Glass, yang sebelumnya secara terbuka mendesak pembentukan komisi kerajaan. Kepada The Guardian, Glass menyatakan bahwa langkah yang diambil Carroll menunjukkan keberanian politik untuk menghadapi babak kelam di masa lalu Victoria.
Kendati demikian, dampak awal dari penyelidikan ini mulai dirasakan ketika dokumen awal disiarkan oleh media. Seorang pakar perencanaan wilayah, William McDougall, menyampaikan dalam dokumennya bahwa para penasihat Partai Buruh diduga memengaruhi berbagai proyek besar tanpa transparansi maupun akuntabilitas yang memadai.
McDougall menilai bahwa sistem yang berjalan selama ini membuat pengumuman mendahului analisis, kritik diredam, dan akuntabilitas menjadi lemah. Pihak pemerintah sendiri membantah seluruh tuduhan tersebut, yang pada akhirnya akan diuji secara mendalam oleh komisi kerajaan.
Dugaan Keterlibatan Serikat Pekerja dan Dampak Elektoral
Selain masalah perencanaan proyek, komisi ini juga memfokuskan penyelidikan pada perilaku Serikat Pekerja Konstruksi, Kehutanan, Maritim, dan Pertambangan (CFMEU) dalam proyek rel kereta api di Sunbury. Pada tahun 2024, mantan pemimpin CFMEU Victoria, John Setka, mengundurkan diri setelah sebuah investigasi mengungkap adanya keterlibatan tokoh-tokoh penting geng motor dalam posisi strategis di serikat pekerja tersebut.
Survei Roy Morgan yang melibatkan 2.084 warga Victoria pada bulan Agustus menunjukkan bahwa korupsi dan kegagalan integritas merupakan isu utama yang membuat pemilih enggan mendukung Partai Buruh. Situasi ini memicu perbedaan pandangan di internal Partai Buruh, di mana sebagian kalangan menilai Allan seharusnya merespons tuduhan tersebut sejak awal.
Konflik juga merambah ke hubungan dengan serikat pekerja, termasuk keputusan Serikat Pekerja Kelistrikan (ETU) untuk tidak mendanai kampanye Partai Buruh yang dinilai merugikan partai. Jika Partai Buruh kalah dalam pemilu sesuai prediksi lembaga survei, komisi kerajaan ini akan menjadi warisan utama kepemimpinan Carroll.
Sementara itu, Partai Liberal berencana memperluas jangkauan penyelidikan untuk mencakup seluruh serikat pekerja serta insentif politik di balik proyek pembangunan besar. Apapun hasil dari proses ini dan siapa pun yang keluar sebagai pemenang pemilu pada 28 November mendatang, Deborah Glass berharap komisi tersebut mampu memberikan jawaban dan analisis yang transparan kepada masyarakat Victoria secepat mungkin.
Sumber: World news | The Guardian








