Lebih dari 40.000 orang berkumpul pada Sabtu pagi untuk mengikuti Misa pertama Paus Leo XIV di Uruguay yang menandai awal tur 12 hari melintasi tiga negara di Amerika Selatan. Pihak Vatikan dan otoritas setempat menyatakan bahwa puluhan ribu umat Katolik antusias menghadiri ibadah tersebut di tengah cuaca hujan.
Misa Perdana dan Penghormatan kepada Uskup Pertama
Pihak Vatikan menyampaikan bahwa sebanyak 30.000 orang dari Uruguay serta negara tetangga Argentina dan Brazil telah mendaftarkan diri untuk acara tersebut. Sementara itu, 10.000 orang lainnya nekat menerjang hujan demi mengikuti layanan keagamaan di Paris London Park, sebuah taman luas di Kota Paysandu yang terletak di tepi Sungai Uruguay atau sekitar 375 kilometer sebelah barat ibu kota Montevideo.
Paus Leo, yang sempat menjalani operasi kanker paru-paru pada 13 Oktober, disambut oleh kerumunan pendukung yang bersorak sorai saat bergerak dari bandara setempat menuju lokasi acara. Perjalanan ini merupakan bagian dari lawatan penting bagi sang pemimpin umat Katolik dunia yang kini berusia 71 tahun dan memegang kewarganegaraan Amerika Serikat, Peru, serta Vatikan.
Misa hari Sabtu itu didedikasikan untuk Beato Jacinto Vera, yang ditunjuk sebagai Uskup pertama Uruguay oleh Paus Leo XIII pada tahun 1878. Sehari sebelumnya, Paus memuji Uskup Vera karena dinilai telah menjelajahi pedesaan untuk membantu orang miskin serta menghadirkan kebaikan Kristus kepada setiap orang yang ditemuinya.
Kunjungan ke Kawasan Rawan Narkoba dan Isu Pernikahan
Kunjungan Paus ke Uruguay bertujuan untuk membangkitkan kembali minat terhadap Gereja Katolik di negara tersebut, yang dikenal sebagai wilayah paling sekuler di Amerika Selatan, sebagai solusi menghadapi berbagai persoalan dunia modern. Pendekatan tersebut ditekankan ketika ia mengunjungi sebuah lingkungan di Montevideo yang dilanda kekerasan narkoba dan menjadi lokasi Gereja menanamkan investasi pada proyek perumahan publik serta rehabilitasi bagi pecandu.
Dalam agenda di Montevideo, Paus juga memimpin doa malam di Stadion Centenary yang dihadiri sekitar 60.000 kaum muda Katolik. Pada kesempatan itu, ia mendorong para pemuda untuk berani mengambil langkah menikah dan membangun keluarga, serta meminta pasangan suami istri agar membuka rumah bagi kehidupan meskipun dunia kerap memandang anak sebagai beban.
Pada hari Minggu, Paus Leo dijadwalkan bertolak menuju Argentina untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Javier Milei.








