Teknologi

Memo Amazon Minta Insinyur Selektif Gunakan AI

Memo Amazon Minta Insinyur Selektif Gunakan AI

Amazon mengimbau para insinyurnya untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Dalam sebuah memo yang diterbitkan pada hari Selasa, perusahaan tersebut menyatakan bahwa metrik seperti penggunaan token, tingkat adopsi perangkat AI, serta perubahan atau peninjauan kode masih menjadi cara yang sangat keliru untuk mengukur produktivitas tim.

Kebijakan Penggunaan Token dan Metrik Jangka Panjang

Amazon menegaskan bahwa metrik pengukuran yang kurang tepat dapat memicu biaya yang lebih tinggi serta tingkat kerumitan yang berlebihan. Kendati demikian, perusahaan tidak secara mutlak melarang staf untuk mengabaikan metrik tersebut, melainkan meminta agar penggunaan token dan pembuatan kode dipertimbangkan secara bijaksana bersama data pendukung lainnya. Menurut pernyataan perusahaan, pengukuran terbaik adalah berorientasi pada hasil jangka panjang.

Wakil Presiden dan Insinyur Utama Amazon Web Services, Marc Brooker, menyampaikan kepada US Top News and Analysis (cnbc.com) dalam sebuah wawancara bahwa perusahaan telah mengandalkan metrik seperti kecepatan fitur atau *feature velocity* untuk menilai peningkatan produktivitas insinyur melalui AI. Metrik ini berfokus pada jumlah peluncuran serta keberhasilan perubahan yang diterapkan dalam produksi. Pihaknya memandang hal tersebut sebagai bentuk laba atas investasi. Perusahaan siap menginvestasikan berbagai sumber daya termasuk waktu, alat, dan token apabila terdapat permasalahan penting yang harus diselesaikan bagi pelanggan maupun bisnis. Pihaknya berupaya menghindari usaha yang terbuang percuma akibat penggunaan token pada permasalahan yang tidak penting, kendati tetap memerlukan ruang untuk eksperimentasi.

Penilaian Kinerja dan Pengecualian AI

Selain itu, Amazon turut mengingatkan para karyawannya agar tidak memaksakan penggunaan AI apabila teknologi tersebut tidak memberikan manfaat nyata pada tugas tertentu. Perusahaan menyatakan bahwa ketidakcocokan pekerjaan saat ini dengan perangkat AI merupakan sebuah temuan, bukan suatu kegagalan. Seorang insinyur yang mampu menjelaskan batasan efektivitas AI pada pekerjaannya dinilai telah menunjukkan pertimbangan yang diharapkan oleh perusahaan.

Sebelumnya, Amazon sempat menutup papan peringkat internal pada bulan Mei lalu setelah mendapati karyawan melakukan praktik berlebihan demi menaikkan peringkat. Namun, juru bicara Amazon memastikan bahwa perusahaan belum menetapkan batasan resmi terhadap kuota penggunaan token bagi para pegawainya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *