Dunia

Kedutaan AS Tingkatkan Keamanan Hadapi Ancaman Iran

Kedutaan AS Tingkatkan Keamanan Hadapi Ancaman Iran

Para pejabat kedutaan besar Amerika Serikat di Timur Tengah berada dalam status siaga tinggi menyusul laporan mengenai rencana serangan Iran terhadap warga AS. Memo dari Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton menyebutkan bahwa Iran telah meningkatkan upaya untuk menargetkan personel AS di kawasan tersebut.

Peningkatan Ancaman dan Evakuasi

Berdasarkan laporan The New York Times, ancaman tersebut juga berlaku bagi sejumlah negara lain. Peringatan ini dikeluarkan setelah pemerintah AS memerintahkan pegawai non-darurat untuk meninggalkan Arab Saudi di tengah memburuknya serangan kelompok Houthi yang didukung Iran, sementara perang antara AS dan Teheran mendekati bulan kedelapan.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi menyatakan telah menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan ke arah Taif dan Yanbu.

Peluang Perundingan dan Harga Minyak

Di tengah ketegangan yang meningkat, seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Teheran masih membuka peluang dialog dengan AS di bawah kesepakatan yang dimediasi Pakistan pada bulan Juni lalu. Duta Besar Iran untuk Islamabad, Reza Amiri Moghadam, mengatakan kepada The Associated Press bahwa para pejabat Iran siap membuka kembali Selat Hormuz jika pemerintahan Trump mencabut blokade angkatan laut, namun ia menyebut Washington menolak usulan tersebut. Media pemerintah Iran kemudian membantah laporan tersebut.

Pemerintahan Trump berjanji menunda serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan umum sela pada tanggal 3 November. Konflik dengan Iran telah memicu gejolak ekonomi di AS, dengan inflasi dan keterjangkauan harga menjadi isu utama bagi para pemilih.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah turut mendorong lonjakan harga minyak pekan ini. Kontrak berjangka minyak mentah Brent mencapai level tertinggi dalam enam bulan yaitu di atas 116 dolar per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate naik 3,8 persen hingga ditutup di atas 103 dolar per barel.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *