Daftar Isi
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan bakal membuka akses dokumen penting terkait kegagalan rencana Presiden Gianni Infantino menjual porsi saham Piala Dunia kepada investor swasta. Namun, akses terhadap berkas rahasia tersebut hanya diberikan di bawah protokol peninjauan yang sangat ketat.
Pemeriksaan Dokumen Langsung di Zurich
Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu dari Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berakhir. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengirimkan surat kepada para anggota dewan induk organisasi sepak bola dunia tersebut untuk memberitahukan bahwa mereka dapat melihat dokumen penting terkait proposal Fifa Forward Enterprise (FFE).
Seperti dilaporkan BBC Sport, Grafstrom menjelaskan dalam suratnya bahwa berkas-berkas tersebut hanya bisa dilihat secara langsung di kantor pusat FIFA yang berlokasi di Zurich, Swiss. Langkah ini dilakukan guna menjaga kerahasiaan, dan para anggota dewan diminta mendaftar dalam waktu dua minggu jika ingin meninjau dokumen tersebut. Hingga saat ini, belum dipastikan rincian dokumen apa saja yang akan disediakan.
Sebelumnya, Infantino sempat menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan rencana penjualan tersebut dalam rapat dewan bulan lalu. Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan menyeluruh mengenai proses penyusunan proposal itu dan meminta semua pertanyaan diajukan secara tertulis.
Desakan Pertanyaan dan Jalur Hukum UEFA
UEFA sebelumnya memberikan batas waktu hingga Senin (02/11) kepada FIFA untuk membeberkan rincian proposal FFE serta menjawab deretan pertanyaan terkait tata kelola dan pengambilan keputusan. UEFA mengajukan delapan halaman berisi lebih dari 100 pertanyaan yang mencakup berbagai isu, mulai dari pendanaan asosiasi nasional, penyerahan Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Presiden AS Donald Trump, hingga penangguhan hukuman bagi penyerang timnas AS, Folarin Balogun.
Pihak FIFA menilai tenggat waktu dua minggu yang diberikan UEFA tidak realistis. FIFA berdalih sedang fokus membagi konsentrasi untuk penyelenggaraan Piala Dunia Remaja di Azerbaijan serta persiapan kongres luar biasa akhir bulan ini.
Selain itu, kemampuan FIFA untuk menjawab sejumlah pertanyaan terhambat oleh langkah hukum yang diajukan UEFA di Amerika Serikat pada Oktober lalu. UEFA menuntut keterbukaan bukti dan dokumen, serta memberi peringatan potensi pengajuan aduan pidana di Swiss.
Respons FIFA dan Agenda Pemilihan Presiden
Dalam tanggapannya, Grafstrom menyatakan bahwa tuntutan UEFA memuat jauh lebih banyak pertanyaan dari yang diperkirakan FIFA. Ia menegaskan pihak administrasi FIFA sedang menyiapkan jawaban yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh anggota dewan.
Grafstrom menambahkan bahwa proposal FFE tidak akan pernah bisa berjalan tanpa persetujuan kumulatif dan wajib dari dewan serta mayoritas asosiasi anggota. Menurutnya, pembatalan rencana tersebut juga tidak menimbulkan sanksi atau denda finansial bagi FIFA.
Pihak UEFA menegaskan bahwa pembatalan proposal dan pengakuan kesalahan tidak menjawab bagaimana keputusan awal diambil tanpa melibatkan Dewan FIFA pada tahap yang sesuai. UEFA terus menekan Infantino menjelang batas waktu 18 November, yang merupakan tanggal terakhir bagi para calon untuk mendaftarkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan.
Sumber: BBC News








