Ekonomi

Beth Ford Bicara Perjalanan Karier dan Petani AS

Beth Ford Bicara Perjalanan Karier dan Petani AS
Daftar Isi
  1. Pengalaman Kerja Awal dan Pelajaran Hidup
  2. Tantangan Petani Amerika Serikat
  3. Isu Imigrasi dan Konsumsi Produk Susu

Beth Ford memiliki rekam jejak karier yang beragam sebelum memimpin Land O’Lakes, salah satu koperasi pertanian terkemuka di Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan serial THE CEO MOMENT terbitan TIME, ia menceritakan perjalanannya dari berbagai pekerjaan manual hingga pandangannya mengenai kondisi pertanian dan ketahanan pangan di AS.

Pengalaman Kerja Awal dan Pelajaran Hidup

Sebelum menduduki posisi puncak di dunia korporasi, Ford menjalani berbagai pekerjaan kasar di masa mudanya. Ia pernah mengajar tenis, mencabuti gulma di ladang kacang, bekerja sebagai pengecat rumah, serta menjadi petugas kebersihan yang membersihkan berbagai gedung dan fasilitas umum. Menurutnya, pekerjaan manual tersebut memberikannya pemahaman mendalam mengenai pentingnya setiap bentuk pekerjaan.

Dalam perjalanan kariernya, Ford juga pernah bekerja di sektor minyak dengan mengelola dermaga tongkang di Boston untuk perusahaan Mobil sebagai pengawas gudang malam. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada dinamika sosial di tempat kerja yang dipenuhi oleh berbagai karakter manusia yang unik.

Tantangan Petani Amerika Serikat

Membahas kondisi para petani saat ini, Ford menjelaskan bahwa musim panen kali ini diiringi oleh biaya produksi yang sangat tinggi. Harga pupuk, solar, baja, dan berbagai kebutuhan lainnya melonjak, sehingga membuat para petani bekerja di bawah tekanan serta volatilitas yang luar biasa.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang salah paham terhadap kondisi para petani akibat kurangnya pengetahuan karena terbiasa hidup di negara yang berlimpah pangan. Ford menegaskan bahwa pangan merupakan pilar kekuatan swasembada Amerika Serikat, sehingga persoalan ini harus dipandang sebagai diskusi bisnis serta keamanan nasional, bukan perdebatan politik.

Selain itu, Ford menyoroti pentingnya investasi di wilayah pedesaan tempat tinggal masyarakat yang bahagia dengan daerah mereka. Ia menyampaikan bahwa 19 persen populasi di wilayah pedesaan menyumbang 44 persen personel militer bagi negara tersebut.

Isu Imigrasi dan Konsumsi Produk Susu

Terkait tenaga kerja, Ford mencatat bahwa dua pertiga pekerja tani merupakan imigran non-warga negara, dan ia mendorong perlunya kebijakan imigrasi yang masuk akal serta jelas. Berdasarkan analisis yang dilakukan, reformasi imigrasi berpotensi mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat sebesar 3,3 persen atau melampaui satu triliun dolar dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Menutup perbincangan, Ford mengonfirmasi tren konsumsi masyarakat yang terus meningkat pada produk mentega dan keju di Amerika Serikat. Walaupun konsumsi tersebut masih berada di bawah angka rata-rata masyarakat Eropa, ia menyebut masyarakat dapat terus meningkatkan konsumsi produk-produk tersebut.

Sumber: TIME

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *